Jakarta: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah mulai memberikan dampak positif bagi sektor hilir pertanian. Para petani di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, melaporkan adanya stabilitas harga pada sejumlah komoditas sayuran sejak program tersebut digulirkan secara masif di daerah.
“Sayuran seperti selada, sawi dan kubis. Dan juga yang saya tanam saat ini adalah cabe. Untuk pemasaran kita masih ke pasar tradisional, seperti pasar sayur di Cepoko dan Bandungan,” ujar Karisudin, salah seorang petani asal Dusun Pasah, Desa Senden, Kecamatan Selo, Boyolali, Senin, 20 April 2026.
Baca Juga :
Program MBG Dongkrak Hasil Panen Petani Sayur BoyolaliKarisudin menjelaskan bahwa keberadaan dapur-dapur MBG memberikan kepastian pasar bagi komoditas seperti bawang merah dan sayuran daun.
Meski harga cabai masih cenderung fluktuatif karena serapannya yang belum setinggi komoditas lain dalam menu MBG, ia mengaku para petani kini mulai mengubah strategi dengan menyesuaikan pola tanam sesuai kebutuhan program pemerintah tersebut.
“Untuk peningkatan panen mungkin lebih banyak menanam yang komoditas yang dibutuhkan untuk MBG, karena harganya yang lumayan stabil. Jadi untuk harganya tetap, pasti ada kenaikan dengan komoditas yang semakin banyak,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia berharap pemerintah konsisten memprioritaskan hasil bumi lokal untuk memenuhi kebutuhan dapur MBG. Menurutnya, keterlibatan produk lokal sangat krusial agar harga di tingkat petani tidak kembali tertekan oleh permainan pasar.
Petani asal Dusun Pasah, Desa Senden, Kecamatan Selo, Boyolali. Foto: Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI.
“Mungkin (program MBG) dipertahankan aja, apalagi untuk komoditas sayur-sayuran dipertahankan diprioritaskan di dapur-dapur MBG. Terima kasih untuk Pak Prabowo karena program MBG yang dijalankan saat ini membuat harga sayur-mayur di petani lebih naik dari biasanya,” imbuh Karisudin.
Program MBG terbukti tidak hanya berfokus pada perbaikan gizi anak sekolah, ibu hamil, dan balita, namun juga menciptakan ekosistem ekonomi baru bagi petani daerah. Dengan adanya jaminan serapan hasil panen, kesejahteraan petani diharapkan terus meningkat seiring berjalannya program nasional ini.
“Semoga ke depannya MBG tetap lancar dan lanjut terus tetapi tetap perhitungkan harga-harga di petani,” ujar dia.




