Terkini, Makassar — Peringatan Hari Kartini tidak boleh dimaknai sekadar sebagai kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi momentum refleksi atas peran dan kontribusi perempuan dalam pembangunan.
Hal tersebut disampaikan Camat Ujung Pandang, Nanin Sudiar, saat dimintai pandangannya terkait makna peringatan 21 April.
Menurutnya, sosok Raden Ajeng Kartini merupakan simbol perjuangan perempuan dalam memperoleh kesetaraan peran di tengah dominasi laki-laki.
“Hari Kartini bukan hanya acara seremonial, tetapi ada makna besar yang harus kita selami bersama. Kartini membuka jalan agar perempuan bisa menunjukkan kekuatannya di ruang publik,” ujarnya.
Sebagai satu-satunya camat perempuan di Kota Makassar dari total 15 kecamatan, Nanin mengaku memikul tanggung jawab besar.
Kepercayaan yang diberikan kepadanya menjadi amanah untuk membuktikan bahwa perempuan mampu memimpin dan berkontribusi nyata bagi masyarakat.
“Saya bersyukur sekaligus merasa ini tanggung jawab besar. Perempuan harus membuktikan bahwa kita mampu, tidak kalah dari laki-laki dalam hal kepemimpinan dan pengabdian,” katanya.
Ia juga menyoroti peran ganda perempuan sebagai ibu, istri, sekaligus pemimpin. Menurutnya, hal tersebut bukan hambatan, melainkan kekuatan tersendiri.
“Peran ganda ini justru eksklusif. Perempuan bisa menjadi ibu, istri, sekaligus pemimpin yang mengayomi masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa perbedaan antara perempuan dan laki-laki bersifat kodrati, namun tidak dalam hal kemampuan dan kualitas kepemimpinan.
“Perbedaan itu bukan pada kualitas, tetapi pada kodrat. Soal kemampuan, perempuan bisa diadu,” tegasnya.
Dalam upaya memperkuat perlindungan perempuan dan anak, Pemerintah Kecamatan Ujung Pandang menggerakkan peran shelter warga.
Para relawan diharapkan menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi, pendampingan, serta perlindungan di masyarakat.
“Kami telah mengumpulkan seluruh ketua shelter warga untuk memastikan mereka aktif dalam edukasi perlindungan perempuan dan anak,” ungkapnya.
Momentum Hari Kartini juga dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan motivasi kepada perempuan, khususnya di Kota Makassar, agar berani tampil dan berkontribusi di ruang publik.
“Perempuan jangan hanya berada di ranah domestik. Kita harus berani tampil, berkarya, dan memberikan kontribusi bagi masyarakat,” pesannya.
Ia pun berharap perempuan terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu bersaing dan tidak tertinggal di berbagai bidang.
“Tunjukkan bahwa kita bisa. Tingkatkan kapasitas, jangan mau selalu di belakang. Tampilkan kualitas diri dan bergandengan tangan untuk kemajuan bersama,” tutupnya.




