REPUBLIKA.CO.ID, KUNINGAN -- Sebanyak 690 calon jamaah haji (calhaj) asal Kabupaten Kuningan siap berangkat ke Tanah Suci. Mereka akan berangkat dalam dua kelompok terbang (kloter) melalui Embarkasi Kertajati.
Pemberangkatan para calhaj itu dipusatkan di kawasan Kuningan Islamic Center (KIC). Karenanya, KIC akan disterilkan sementara waktu guna mendukung kelancaran dan kekhidmatan prosesi pemberangkatan haji.
Baca Juga
Kisah Calon Jamaah Haji Muda DIY yang Berangkat di Usia Belia, Bahagia Campur Deg-degan
Embarkasi YIA Layani 26 Kloter Haji, Kloter Pertama Berangkat 21 April 2026
Distribusi Koper Haji di Kota Yogyakarta Terlambat, Calon Jamaah Diminta Tetap Tenang
Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) menetapkan, penutupan sementara seluruh aktivitas di kawasan KIC akan dilakukan pada Sabtu–Ahad, 25–26 April 2026. Penutupan itu mencakup kegiatan berjualan, olahraga, dan aktivitas masyarakat lainnya.
Kabag Kesra Setda Kuningan, Emup Muplihudin, menyampaikan kebijakan tersebut merupakan bagian dari rangkaian pemberangkatan jamaah haji kloter 8. “Kawasan Kuningan Islamic Center akan disterilkan demi kelancaran dan kekhidmatan pemberangkatan jamaah. Kami mengimbau masyarakat untuk sementara tidak beraktivitas di area tersebut,” ujarnya, Senin (20/4/2026).
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Ia menjelaskan, kloter pertama yakni kloter 8 akan diberangkatkan pada 26 April 2026 dengan total 445 orang. Mereka terdiri dari 439 jemaah, empat petugas kloter, dan dua petugas haji daerah.
Sementara itu, kloter 39 dijadwalkan berangkat pada 18 Mei 2026, dengan jumlah 251 jamaah. “Total keseluruhan jamaah haji asal Kuningan tahun ini mencapai 690 orang. Kami pastikan seluruh proses berjalan tertib dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat,” katanya.