VIVA –Musim haji tahun ini diperkirakan akan cukup menantang bagi calon Jemaah seiring dengan kondisi cuaca ekstrem di Arab Saudi. Berdasarkan laporan dari Pusat Meteorologi Nasional (NCM) Arab Saudi, suhu di Mekkah dan Madina diprediksi bisa menembus angka hingga 42 derajat celcius.
Kondisi ini sejalan dengan pola iklim di Arab Saudi, yang mana pada periode Mei hingga Juni dikenal sebagai fase terpanas di sana.
Sementara itu, melansir laman Arab News, Selasa 21 April 2026, di tengah mulai berdatangannya gelombang jamaah haji dari berbagai negara ke Arab, Direktorat Jenderal Pertahana Sipil Kerajaan Arab Saudi meminta semua pihak untuk tetap waspada dalam menghadapi cuaca hingga jumat pekan ini. Berdasarkan proyeksi NCM, curah hujan sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di berbagai wilayah termasuk Mekkah, Riyadh, Madinah, Qassim, Hail, Tabuk, Wilayah Timur Arab, Perbatasan Utara, Jouf, Al-Baha, Asir, Jazan dan Najran.
Kondisi cuaca tersebut berpotensi memicu banjir bandang, hujan es, serta angin turun yang kuat yang dapat menimbulkan badai debu dan pasir hingga mengurangi jarak pandang.
Di sisi lain, dikutip dari Saudi Gautze, NCM juga menyebut bahwa suhu selama musim panas tahun ini yang dimulai pada Juni hingga Agustus akan lebih tinggi dari biasanya di sebagian besar wilayah Arab Saudi.
Juru bicara NCM, Hussein Al Qahtani, menyebut kenaikan suhu dibandingkan musim sebelumnya diperkirakan berkisar antara 1 hingga 2 derajat celcius di wilayah barat, barat daya serta sebagian wilayah Selatan. Sementara itu di wilayah lainnya kenaikan suhu diprediksi tidak sebesar itu.
Ia juga menyatakan bahwa belum ada indikator iklim yang menunjukkan musim panas akan datang lebih awal di Arab Saudi. Pola cuaca saat ini masih sesuai dengan rata-rata musiman normal, berdasarkan model iklim dan analisis terbaru.





