JAKARTA, KOMPAS.com - Eks Presiden Google Asia Pasifik, Scott Beaumont, bersaksi soal sosok Jurist Tan yang dulu menjadi Staf Khusus Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim.
“Dalam pertemuan itu, saya tahu ada menteri Nadiem di sana. Lalu, ada seorang perempuan yang sangat cerdas yang saya tangkap sebagai orang nomor duanya. Perempuan ini sangat kuat, bertanya banyak pertanyaan yang sangat sulit,” ujar Scott saat dihadirkan secara daring dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (20/4/2026).
Scott melihat Jurist Tan mendampingi pada pertemuan Februari 2020.
Baca juga: Nadiem Ungkap Rekam Jejak Mentereng Jurist Tan: Eks Gojek, World Bank, dan Staf KSP
Kesaksian ini Scott sampaikan ketika menjadi saksi meringankan untuk Nadiem dalam sidang kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook.
Saat dicecar jaksa penuntut umum (JPU), Scott mengaku tidak ingat siapa nama wanita yang mendampingi Nadiem ini.
Lantas, JPU memperlihatkan foto seorang perempuan berambut hitam panjang dan memakai kacamata. Wanita ini adalah Jurist Tan.
Scott langsung mengenali wanita itu yang kemudian diketahui sebagai Jurist Tan.
“Iya dia. Wanita itu terlihat seperti yang saya maksud,” kata Scott.
Baca juga: Kejagung Harap Red Notice Segera Terbit untuk Jurist Tan dan Cheryl Darmadi
Scott mengaku ingat dengan Jurist Tan. Dia menyebut Jurist sebagai orang yang sangat pintar dan cerdas ketika bertanya terkait penjelasan dari Google.
“Saya ingat orang itu. Dia punya pengetahuan yang luas dan sangat pintar dalam pertanyaannya terkait dengan paparan dari tim Google for Education,” jelas Scott.
Selain Jurist, Scott mengaku terkesan dengan satu orang pria yang menemani Nadiem dalam rapat itu. Tapi, Scott tidak ingat nama pria yang dimaksud.
“Ada satu pria yang sangat paham dengan pertanyaan seputar teknologi, sangat kuat ketika bertanya,” kata Scott.
Baca juga: Eks Petinggi Google Bantah Janjikan Rp 809 M ke Nadiem untuk Pakai Chromebook
Dia mengatakan, ada beberapa orang lagi yang menemani Nadiem. Tapi, yang diingatnya adalah Jurist dan satu orang pria ahli teknologi yang tidak diingat namanya.
Dalam dakwaan, Nadiem disebutkan pernah bertemu beberapa petinggi Google. Mulai dari Scott Beaumont dulu menjabat President of Google Asia Pacific dan Colin Marson selaku Head of Google for Education, Google Asia Pacific.
Pertemuan Nadiem dengan petinggi perusahaan teknologi ini terjadi pada tahun 2020. Saat itu, pengadaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) masih dalam perencanaan.





