JAKARTA, KOMPAS.TV - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini masuk fase evaluasi serius.
Badan Gizi Nasional (BGN) membentuk tim khusus untuk memastikan bantuan benar-benar diterima oleh kelompok yang membutuhkan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Langkah ini diambil setelah ditemukannya sejumlah ketidaktepatan sasaran hingga potensi pemborosan dalam pelaksanaan program di lapangan.
Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang mengungkapkan, tim optimalisasi dibentuk usai dirinya melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah sekolah dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Saya seizin Kepala BGN, Pak Dadan Hindayana, kemudian membentuk tim optimalisasi untuk penyaluran MBG agar tepat sasaran, yang terdiri atas tim investigasi di bawah saya, kedeputian promosi dan kerja sama, serta kedeputian pemantauan dan pengawasan (tauwas)," ujar Nanik dikutip Antara, Senin (20/4).
Baca Juga: Kecam Aksi Blokade AS di Hormuz, Parlemen Iran: Itu Keputusan yang Ceroboh! | KOMPAS PETANG
Tim ini akan fokus pada penyaringan penerima manfaat agar program tidak lagi salah sasaran, dimulai dari wilayah DKI Jakarta sebelum diperluas ke daerah lain.
Sekolah Mampu Bisa Tidak Lagi Dapat MBG
Salah satu langkah yang akan diterapkan adalah penyesuaian distribusi berdasarkan kondisi ekonomi sekolah.
Sekolah swasta dengan biaya tinggi dipastikan tidak lagi menjadi prioritas penerima. Sementara untuk sekolah negeri di kawasan elit, BGN akan menerapkan sistem kuesioner.
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- makan bergizi
- program mbg
- badan gizi
- bantuan makanan
- gizi anak
- sekolah indonesia





