REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH -- Sebuah kolam kuno yang dahulu menjadi sumber air bagi para peziarah di sepanjang jalur perdagangan Hijaz–Irak telah terisi air. Hal tersebut terjadi setelah hujan baru-baru ini di Arab Saudi bagian utara.
Saudi Press Agency melaporkan, Kolam Al-Jumaimiyah, yang merupakan salah satu situs bersejarah di Provinsi Perbatasan Utara, kini terisi hingga tingkat yang jarang terlihat. Kolam ini dibangun sekitar 1.300 tahun yang lalu pada masa Abbasiyah, dan ditempatkan di lokasi tersebut untuk menampung air hujan bagi para peziarah.
Baca Juga
KPK Serahkan Dua Apartemen ke Lemhannas Hasil Sitaan Bupati Ponorogo
Iran Siap Berangkatkan 30 Ribu Jamaah Haji Lewat Jalur Darat-Udara, Akankah Diterima Saudi?
Kolam ini merupakan bagian dari sistem pengelolaan air yang canggih, yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan kafilah jamaah haji. Kolam ini memanfaatkan aliran alami lembah, saluran banjir, serta sumber air terbatas yang tersedia pada masa itu.
Kolam ini mampu menyimpan air dalam jangka waktu lama, bahkan hingga satu tahun dalam beberapa kasus.
.rec-desc {padding: 7px !important;} Kolam ini dianggap sebagai salah satu penanda paling penting di sepanjang Jalur Zubaida yang bersejarah, yang dinamai dari istri Khalifah Abbasiyah Harun al-Rasyid.
Jalur tersebut merupakan salah satu rute ziarah bersejarah paling penting, dengan titik-titik perhentian yang berjarak sekitar 50 km satu sama lain.