Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani mengupayakan percepatan kerja sama penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) ke Yunani melalui skema pemerintah ke pemerintah (G to G) guna memperluas akses kerja bagi PMI.
Dalam pertemuannya dengan Duta Besar Yunani untuk Indonesia Dimitrios Michalopoulos di Jakarta, Senin (20/4), Christina menindaklanjuti hasil kunjungannya ke Yunani pada November 2025 lalu mengenai peluang kerja bagi PMI di berbagai sektor di Yunani.
Christina menyebut kebutuhan PMI di Yunani saat ini cukup besar, terutama di sektor strategis, salah satunya industri perhotelan, yang dapat menjadi peluang konkret untuk penempatan pekerja migran secara legal.
"Oleh karena itu, kami mendorong agar proses pembahasan MoU (nota kesepahaman) G to G ini dapat segera dimulai. Kami juga meminta dukungan Bapak Duta Besar untuk menyampaikan hal ini kepada pihak-pihak terkait di Yunani," kata Christina dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa.
Baca juga: Wamen P2MI matangkan rencana penempatan PMI dengan agensi Yunani
Menurut Christina, langkah tersebut merupakan bagian dari penguatan diplomasi ketenagakerjaan, sekaligus membuka akses pasar kerja global yang lebih luas bagi sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
Kementerian P2MI terus berkomitmen untuk memastikan setiap peluang kerja di luar negeri berjalan aman, terstruktur, dan memberikan perlindungan maksimal bagi calon PMI.
"Kerja sama ini diharapkan menjadi salah satu pintu masuk yang konkret bagi tenaga kerja Indonesia untuk berkarier di luar negeri secara legal dan profesional," ujar Christina.
Pada kunjungannya ke Yunani di akhir November 2025 lalu, Christina Aryani juga bertemu Wakil Menteri Migrasi dan Suaka Yunani Sevi Voulodaki serta sejumlah agensi penempatan dan pengguna PMI untuk membahas terkait peluang penempatan tenaga kerja asal Indonesia di negara tersebut.
Baca juga: KP2MI jajaki kerja sama penempatan pekerja sektor strategis di Yunani
Dalam pertemuannya dengan Duta Besar Yunani untuk Indonesia Dimitrios Michalopoulos di Jakarta, Senin (20/4), Christina menindaklanjuti hasil kunjungannya ke Yunani pada November 2025 lalu mengenai peluang kerja bagi PMI di berbagai sektor di Yunani.
Christina menyebut kebutuhan PMI di Yunani saat ini cukup besar, terutama di sektor strategis, salah satunya industri perhotelan, yang dapat menjadi peluang konkret untuk penempatan pekerja migran secara legal.
"Oleh karena itu, kami mendorong agar proses pembahasan MoU (nota kesepahaman) G to G ini dapat segera dimulai. Kami juga meminta dukungan Bapak Duta Besar untuk menyampaikan hal ini kepada pihak-pihak terkait di Yunani," kata Christina dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa.
Baca juga: Wamen P2MI matangkan rencana penempatan PMI dengan agensi Yunani
Menurut Christina, langkah tersebut merupakan bagian dari penguatan diplomasi ketenagakerjaan, sekaligus membuka akses pasar kerja global yang lebih luas bagi sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
Kementerian P2MI terus berkomitmen untuk memastikan setiap peluang kerja di luar negeri berjalan aman, terstruktur, dan memberikan perlindungan maksimal bagi calon PMI.
"Kerja sama ini diharapkan menjadi salah satu pintu masuk yang konkret bagi tenaga kerja Indonesia untuk berkarier di luar negeri secara legal dan profesional," ujar Christina.
Pada kunjungannya ke Yunani di akhir November 2025 lalu, Christina Aryani juga bertemu Wakil Menteri Migrasi dan Suaka Yunani Sevi Voulodaki serta sejumlah agensi penempatan dan pengguna PMI untuk membahas terkait peluang penempatan tenaga kerja asal Indonesia di negara tersebut.
Baca juga: KP2MI jajaki kerja sama penempatan pekerja sektor strategis di Yunani





