JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan pesan beragam pada Senin (20/4/2026) mengenai langkah ke depan untuk perang AS melawan Iran.
Trump mengaku tidak terburu-buru mengakhiri konflik tersebut. Namun, di sisi lain juga menyampaikan keyakinannya soal negosiasi lebih lanjut dengan Teheran yang akan segera berlangsung di Pakistan.
Dilansir dari AP News, gencatan senjata selama 14 hari yang akan berakhir pada Rabu (22/4/2026), pernyataan Trump berubah-ubah dalam wawancara telepon dan unggahan di media sosial.
Trump optimis kesepakatan dengan Iran dapat segera tercapai. Di hari yang sama, ia memperingatkan banyak bom akan mulai meledak jika tidak ada kesepakatan sebelum batas waktu gencatan senjata.
Trump mengindikasikan bahwa ia masih berharap mengirim tim negosiasinya yang dipimpin Wakil Presiden AS JD Vance ke Islamabad, Pakistan, untuk perundingan putaran kedua, meskipun Iran bersikeras tidak akan berpartisipasi sampai Trump mengurangi tuntutannya.
Baca Juga: Trump Ungkap Israel Tak Pernah Merayunya Serang Iran, Tapi Ini yang Membujuknya
Kepala negosiator dan ketua parlemen Iran Mohammed Bagher Ghalibaf menuduh Amerika Serikat menginginkan Iran menyerah. Namun, ia menegaskan bahwa Iran telah bersiap "untuk mengungkapkan kartu baru di medan perang."
"Kami tidak menerima negosiasi di bawah bayang-bayang ancaman," tulis Ghalibaf dalam sebuah unggahan di X pada Selasa (21/4/2026) pagi.
Sementara Trump bersikeras bahwa ia tidak merasa tertekan untuk mengakhiri perang sampai Iran menyetujui persyaratannya.
"Saya sama sekali tidak berada di bawah tekanan, meskipun semuanya akan terjadi relatif cepat!" kata Trump di platform Truth Social miliknya.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : AP News
- donald trump
- trump
- as
- amerika serikat
- iran
- perundingan





