JAKARTA, KOMPAS.com — Tawuran di berbagai wilayah Jakarta seperti siklus tak pernah benar-benar putus.
Peristiwa itu bisa mereda sesaat, lalu muncul kembali di titik-titik yang hampir sama.
Di tengah pola yang berulang itu, berbagai upaya dilakukan, dari pendekatan persuasif hingga langkah tegas, namun hasilnya belum sepenuhnya menjawab persoalan.
Di saat yang sama, pemerintah mulai mendorong pendekatan baru yang mencoba menyentuh akar konflik yakni memulihkan relasi sosial warga.
Upaya merajut ulang
Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) Daerah Khusus Jakarta meluncurkan program Kampung Rekonsiliasi dan Perdamaian (Redam) berbasis komunitas di sejumlah wilayah yang dinilai rawan konflik.
Baca juga: Pramono Dinilai Lembek Atasi Premanisme dan Tawuran di Tanah Abang
Program ini difokuskan untuk memperbaiki hubungan antarwarga dan mendorong penyelesaian masalah secara damai.
“Hal ini melalui pendekatan berbasis komunitas guna memulihkan relasi sosial, mendorong penyelesaian masalah secara damai, serta memperkuat pencegahan konflik sejak dini,” kata Kepala Bidang Pelayanan dan Kepatuhan HAM Kanwil KemenHAM Jakarta, Rulinawaty, Senin (20/4/2026), dikutip dari Antara.
Ada tujuh kelurahan Kampung Redam tersebut antara lain Cengkareng Barat (Jakbar), Jatinegara (Jaktim), Tengah (Jaktim), Bukit Duri (Jaksel), Johar Baru (Jakpus), Cempaka Baru (Jakpus), dan Tanjung Priok (Jakut).
Sementara itu, Kepala Kanwil KemenHAM Jakarta, Mikael Azedo Harwito, menegaskan bahwa upaya ini bukan sekadar program formal.
“Ini adalah tempat di mana dialog yang sempat terputus disambung kembali dan kepercayaan warga dibangun ulang,” kata Mikael.
Menurut dia, perdamaian tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.
Baca juga: Bukan Cuma Ulah Remaja, Tawuran Jakarta Disebut Cermin Ketimpangan Sosial yang Mengakar
Lingkaran yang berulang
Upaya tersebut lahir dari kenyataan di lapangan. Tawuran masih kerap terjadi di berbagai wilayah.
Di Manggarai, Jakarta Selatan, bentrokan antarwarga menjadi peristiwa yang berulang.
Terowongan Manggarai kerap menjadi titik pertemuan konflik, melibatkan beberapa kelompok warga.