Jakarta: Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka melanjutkan rangkaian kunjungan kerjanya di Tanah Papua dengan bertolak ke Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin petang, 20 April 2026. Setibanya di Bandara Mozes Kilangin, Wapres yang disambut tarian tradisional dan tabuhan tifa langsung berinteraksi dengan warga serta mengunjungi Toko Meriah untuk membelikan perlengkapan sekolah bagi puluhan anak-anak setempat.
"Ada yang mau cari seragam itu, Bu di sana. Tolong dibantu anak-anak," kata Gibran kepada salah satu pendamping saat membelanjakan seragam sekolah, alat tulis, hingga mainan untuk anak-anak di Toko Meriah, Timika, dilansir Antara, Senin malam, 20 April 2026.
Baca Juga :
Gibran Ingatkan Gubernur Papua Tengah Tolak Rusun Jika Cacat DesainDalam perjalanan dari Nabire menuju Timika, Wapres didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago serta Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk. Aksi spontan Gibran membelikan perlengkapan sekolah ini menjadi pusat perhatian warga yang antusias menyambut kedatangan orang nomor dua di Indonesia tersebut.
Berdasarkan agenda resmi, pada Selasa, 21 April 2026, Wapres dijadwalkan mengunjungi Sentra Pendidikan di Mimika dan meninjau Mimika Command Center di Kantor Kabupaten Mimika. Setelah menyelesaikan agenda di Mimika, rombongan direncanakan langsung bertolak ke Sorong, Papua Barat Daya, untuk meninjau Pasar Ikan.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Wakil Presiden.
Sebelumnya, Gibran mengawali kunjungan kerjanya di Papua dengan meninjau pengembangan Bandara Douw Aturure di Nabire yang kini telah mampu didarati pesawat Boeing. Gibran juga sempat memastikan kesiapan infrastruktur Dermaga Niaga Pelabuhan Nabire guna mendukung kelancaran distribusi logistik di wilayah tersebut.
Selain infrastruktur transportasi, Gibran menutup kegiatannya di Nabire dengan memeriksa kualitas Rumah Susun (Rusun) ASN di Distrik Wanggar. Hal ini dilakukan untuk memastikan hunian bagi para abdi negara di Papua Tengah memiliki standar kualitas yang baik dan berkelanjutan.




