Kesenjangan Antarwilayah Sulsel Masih Mencolok, Kabupaten/Kota Diminta Berbenah

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, MAKASSAR - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mencatat tren positif dalam upaya pengentasan kemiskinan dengan menekan angka kemiskinan hingga 7,43% pada 2025. Kendati demikian, ketimpangan ekonomi antarwilayah masih menjadi rapor merah yang perlu segera dibenahi.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Jufri Rahman mengungkapkan bahwa capaian tingkat kemiskinan tahun 2025 menunjukkan penurunan sebesar 0,34 poin persentase dibandingkan 2024 yang bertengger di angka 7,77%. 

Bahkan angka tersebut terpantau lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional yang berada di level 8,25%.

Kendati demikian, meski secara makro menunjukkan performa impresif, Jufri mengakui adanya disparitas yang tajam di tingkat kabupaten/kota.

Ketimpangan tersebut terlihat dari kontrasnya angka kemiskinan antara wilayah perkotaan dan daerah penyangga dibandingkan dengan daerah kepulauan maupun pegunungan.

Berdasarkan data terbaru, masih terdapat 8 daerah yang memiliki tingkat kemiskinan di atas dua digit atau melampaui 10%.

Baca Juga

  • Bandara Hasanuddin Buka Layanan Mecca Route untuk Jemaah Haji, Permudah Keimigrasian
  • Sulawesi Diguncang 151 Gempa Selama Sepekan, Terasa di Sejumlah Daerah
  • Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam, Golkar Maluku Minta Usut Tuntas

Antara lain Kabupaten Pangkep 11,60%, Jeneponto 11,42%, Luwu 10,97%, Luwu Utara 10,74%, Enrekang 10,73%, Kepulauan Selayar 10,61%, Tana Toraja 10,54%, dan Toraja Utara 10,05%.

Sebaliknya, 3 daerah tercatat berhasil menjaga tingkat kemiskinan di bawah 5%, yakni Kota Makassar (4,43%), Kota Parepare (4,44%), dan Kabupaten Sidenreng Rappang (4,91%).

"Kondisi ini mengingatkan kita bahwa pembangunan tidak hanya harus tumbuh, tetapi juga harus merata. Saya meminta pemerintah kabupaten/kota untuk mengidentifikasi secara detail faktor penyebab kemiskinan di daerah masing-masing," ujar Jufri Rahman di Makassar, Senin (20/4/2026).

Guna mengikis jurang kesenjangan tersebut, Pemprov Sulsel mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat perencanaan berbasis data (evidence-based policy).

Jufri menekankan pentingnya akurasi dalam memetakan "kantong-kantong" kemiskinan agar intervensi yang dilakukan tepat sasaran.

Strategi penanggulangan ke depan akan difokuskan pada tiga pilar utama, yaitu sinkronisasi program bantuan agar tidak tumpang tindih, memacu produktivitas masyarakat lokal berbasis potensi daerah, serta peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan sebagai motor penggerak kesejahteraan jangka panjang.

"Pendekatan penanggulangan kemiskinan tidak dapat lagi dilakukan secara parsial. Harus menyeluruh, terkoordinasi lintas sektor, dan berkelanjutan sebagai agenda strategis pembangunan daerah," pungkas Jufri.

Pemprov Sulsel pun berharap koordinasi intensif antara provinsi dan kabupaten/kota ini dapat melahirkan kebijakan yang lebih berkualitas guna memastikan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) meningkat dan kesenjangan antarwilayah terkikis secara signifikan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wali Kota Samarinda Siapkan Langkah Preventif Jelang Aksi 21 April 2026: Jangan Posting Narasi Miring!
• 7 jam laludisway.id
thumb
Hyundai Motor dan TVS Motor Resmi Jalin Kemitraan untuk Mendorong Komersialisasi Kendaraan Listrik Roda Tiga di India
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Film Gudang Merica Rilis Trailer Perdana: Horornya Serius, Komedinya Segar
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Wali Kota Surabaya Persilakan Para Korban Dugaan Penipuan Ex Camat Pakal, Lapor Polisi
• 1 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
BMKG Imbau 3 Wilayah Jakarta Waspada Hujan Sedang hingga Lebat Sampai 23 April, Ini Sebarannya
• 6 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.