Otoritas Iran secara perlahan memperluas daftar individu dan entitas yang dianggap memenuhi syarat untuk mendapatkan akses internet terbatas selama perang.
IDXChannel - Otoritas Iran secara perlahan memperluas daftar individu dan entitas yang dianggap memenuhi syarat untuk mendapatkan akses internet terbatas selama perang dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Dilansir dari laman Aljazeera Selasa (21/4/2026), pemerintah memberlakukan pemadaman internet hampir di seluruh Iran dalam beberapa jam setelah bom pertama jatuh di pusat kota Teheran pada 28 Februari.
Langkah ini menyebabkan konektivitas internet berkurang hingga 2 persen dari tingkat sebelum perang, menurut para pengamat.
Intranet yang terbatas berfungsi untuk menjaga beberapa layanan dan aplikasi lokal tetap berjalan, tetapi masyarakat sangat frustrasi, dan perekonomian telah menderita kerugian pendapatan sekitar miliaran dolar akibat pemadaman digital selama lebih dari 1.200 jam.
Minggu ini, puluhan ribu orang dan organisasi yang dipilih oleh negara (berdasarkan posisi dan profesi mereka mendaftar) menerima undangan melalui pesan teks untuk terhubung melalui layanan yang disebut Internet Pro.
Internet Pro adalah nama yang dipilih untuk koneksi internet terbatas dan berbayar. Layanan ini dijual dalam bentuk paket data 50 gigabyte oleh tiga perusahaan telekomunikasi milik negara terkemuka. Otoritas negara juga dapat menerbitkan protokol internet (IP) terbatas untuk konektivitas global ke ruang kantor yang ditentukan dari perusahaan dan bisnis yang disetujui.
(kunthi fahmar sandy)





