Komandan Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan bahwa negara tersebut tidak mempercayai negosiasi dengan Amerika Serikat yang bertujuan untuk mengakhiri serangan AS-Israel.
Brigadir Jenderal Seyyed Majid Mousavi menyampaikan pernyataan tersebut di tengah ancaman-ancaman AS terhadap Iran, meskipun ada upaya mediasi Pakistan untuk putaran kedua pembicaraan Teheran-Washington, sebelum berakhirnya gencatan senjata minggu ini.
"Seperti yang dikatakan Pemimpin kami (Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei), kami tidak mempercayai negosiasi dengan Anda, tetapi kami percaya pada kekuatan Tuhan, rakyat, dan para pejuang," kata Komandan IRGC tersebut, dilansir media Iran, Press TV, Selasa (21/4/2026).
Mousavi juga memperingatkan bahwa setiap ancaman terhadap Iran akan ditanggapi dengan respons yang "tegas dan keras".
Komandan Garda Revolusi Iran tersebut menyatakan bahwa negara itu telah melewati era kelemahan dan penyerahan diri.
"Di mana pun Anda berada, kami akan merespons dengan keras kapan pun kami mau," cetusnya.
Agresi AS-Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari dengan serangan udara yang menewaskan para pejabat dan komandan senior Iran.
(ita/ita)





