JAKARTA, KOMPAS.TV - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyiapkan 118 hotel untuk menyambut kedatangan jemaah calon haji Indonesia gelombang pertama di Madinah.
Ke-118 hotel tersebut tersebar di tiga wilayah utama, yaitu Syamaliah (utara), Janubiyah (selatan), dan Gharbiyah (barat).
Kepala Seksi Akomodasi Daerah Kerja (Daker) Madinah Zaenal Mutaqin menyatakan kesiapan penginapan menjadi salah satu kunci utama agar calon haji dapat beristirahat dengan nyaman serta menjalankan ibadah dengan khusyuk.
Ia menyebut karakteristik hotel di Madinah menjadi tantangan tersendiri, terutama dari segi kapasitas kamar yang tidak selalu sebanding dengan jumlah peserta haji dalam satu kelompok terbang (kloter).
Dalam kondisi seperti itu, ia menerangkan, sebagian jemaah dalam satu kloter mungkin menempati hotel berbeda, tetapi pihaknya memastikan seluruh layanan tetap setara.
“Seluruh layanan yang kita berikan kepada jemaah itu sama. Mulai dari hotel, konsumsi, transportasi, hingga layanan ibadah seperti ziarah, semuanya sudah distandarkan,” ujar Zaenal dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (21/4/2026), via Antara.
Baca Juga: Tak Dapat Lunasi BPIH, Ratusan Calon Haji Tangerang Batal ke Tanah Suci
Ia menjelaskan, standar layanan mencakup konsumsi, transportasi, pengangkutan koper, hingga program ibadah, seperti city tour dan ziarah Raudhah.
Zaenal menegaskan, meskipun ada variasi kualitas hotel, mulai dari bintang tiga sampai mendekati bintang empat, tetapi hal itu tidak mengurangi standar pelayanan yang diterima para jemaah.
“Memang hotelnya berbeda, tetapi standar layanannya sama. Bahkan ada hotel dengan fasilitas mendekati haji khusus, meski jemaahnya reguler,” ucapnya.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Gading-Persada
Sumber : Antara
- haji
- persiapan haji
- hotel
- madinah
- kemenhaj
- haji 2026





