Washington (ANTARA) - Amerika Serikat akan menjadi tuan rumah negosiasi putaran kedua antara Israel dan Lebanon yang diagendakan berlangsung di Departemen Luar Negeri AS pada Kamis (23/4), kata seorang juru bicara kepada Anadolu.
"Amerika Serikat akan menjadi tuan rumah pembicaraan putaran kedua, tingkat duta besar antara Israel dan Lebanon, pada Kamis, 23 April, di Departemen Luar Negeri," kata juru bicara tersebut.
Amerika Serikat menyambut baik keterlibatan produktif yang dimulai pada pekan lalu, Selasa (14/4).
"Kami akan terus memfasilitasi diskusi langsung dan dengan itikad baik antara kedua pemerintah," tambah juru bicara Deplu AS itu.
Baca juga: Spanyol tuding Israel terapkan 'strategi Gaza' di Lebanon
Sebelumnya, Senin (20/4), Presiden Lebanon Joseph Aoun mengatakan bahwa pembicaraan dengan Israel bertujuan untuk menghentikan permusuhan, mengakhiri pendudukan Israel di Lebanon selatan, serta memastikan penempatan tentara Lebanon ke perbatasan yang diakui secara internasional.
Sejak 2 Maret lalu, Israel telah melakukan serangan di Lebanon hingga menewaskan sekitar 2.300 orang, melukai lebih dari 7.500 orang, dan menyebabkan lebih dari 1 juta orang mengungsi, menurut otoritas Lebanon.
Presiden AS Donald Trump, Kamis (16/4), mengumumkan gencatan senjata 10 hari di Lebanon yang dimulai tengah malam waktu setempat di Tel Aviv dan Beirut.
Baca juga: Lebanon siap lanjutkan negosiasi langsung dengan Israel
Trump juga mengatakan pada Jumat (17/4) bahwa Washington secara aktif melarang Israel melakukan serangan tambahan terhadap Lebanon, seiring dengan berlakunya gencatan senjata yang baru terbentuk.
Sementara itu, kepala pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan bahwa Israel bermaksud untuk mempertahankan kendali atas semua wilayah yang didudukinya di Lebanon selatan selama serangan baru-baru ini.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Pemimpin Hizbullah janji balas pelanggaran gencatan senjata Israel
"Amerika Serikat akan menjadi tuan rumah pembicaraan putaran kedua, tingkat duta besar antara Israel dan Lebanon, pada Kamis, 23 April, di Departemen Luar Negeri," kata juru bicara tersebut.
Amerika Serikat menyambut baik keterlibatan produktif yang dimulai pada pekan lalu, Selasa (14/4).
"Kami akan terus memfasilitasi diskusi langsung dan dengan itikad baik antara kedua pemerintah," tambah juru bicara Deplu AS itu.
Baca juga: Spanyol tuding Israel terapkan 'strategi Gaza' di Lebanon
Sebelumnya, Senin (20/4), Presiden Lebanon Joseph Aoun mengatakan bahwa pembicaraan dengan Israel bertujuan untuk menghentikan permusuhan, mengakhiri pendudukan Israel di Lebanon selatan, serta memastikan penempatan tentara Lebanon ke perbatasan yang diakui secara internasional.
Sejak 2 Maret lalu, Israel telah melakukan serangan di Lebanon hingga menewaskan sekitar 2.300 orang, melukai lebih dari 7.500 orang, dan menyebabkan lebih dari 1 juta orang mengungsi, menurut otoritas Lebanon.
Presiden AS Donald Trump, Kamis (16/4), mengumumkan gencatan senjata 10 hari di Lebanon yang dimulai tengah malam waktu setempat di Tel Aviv dan Beirut.
Baca juga: Lebanon siap lanjutkan negosiasi langsung dengan Israel
Trump juga mengatakan pada Jumat (17/4) bahwa Washington secara aktif melarang Israel melakukan serangan tambahan terhadap Lebanon, seiring dengan berlakunya gencatan senjata yang baru terbentuk.
Sementara itu, kepala pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan bahwa Israel bermaksud untuk mempertahankan kendali atas semua wilayah yang didudukinya di Lebanon selatan selama serangan baru-baru ini.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Pemimpin Hizbullah janji balas pelanggaran gencatan senjata Israel





