Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI yang tengah menjalankan misi kemanusiaan di Lebanon. Ketiganya adalah Kapten Inf Zulfi Aditya, Sertu M Nur Ikhwan, dan Praka Farizal Romadhon.
Pernyataan duka itu disampaikan Puan dalam pidato penutupan Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025–2026 pada Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 21 April 2026.
“Dengan penuh duka, kami menyampaikan penghormatan atas gugurnya Kapten Inf Zulfi Aditya, Sertu M Nur Ikhwan, dan Praka Farizal Romadhon saat menjalankan tugas kemanusiaan di Lebanon. Semoga pengabdian mereka menjadi catatan mulia dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan,” ujar Puan, Selasa, 21 April 2026.
Terkait peristiwa tersebut, DPR RI meminta pemerintah dan pihak terkait segera mendorong investigasi yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan, termasuk melalui kerja sama dengan PBB.
Menurut Puan, kejelasan fakta di lapangan penting untuk memastikan akuntabilitas dalam setiap operasi misi perdamaian internasional.
“DPR RI mendorong investigasi yang independen dan kredibel bersama PBB agar seluruh fakta dapat terungkap secara objektif, dengan menjunjung tinggi prinsip transparansi dan hukum internasional,” tegasnya.
Selain itu, DPR RI juga meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pola penugasan prajurit TNI dalam misi luar negeri. Hal ini mencakup aspek kesiapan, mandat, hingga perlindungan personel di wilayah konflik.
Puan menekankan bahwa keselamatan prajurit harus menjadi prioritas utama dalam setiap penugasan internasional.
“Setiap penugasan prajurit TNI di misi perdamaian harus dipastikan memiliki standar perlindungan maksimal, termasuk kesiapan operasional dan kejelasan mandat sesuai praktik terbaik PBB,” tutupnya.
Editor: Redaksi TVRINews





