Prabowo Panggil Dudung ke Istana, Bahas Apa?

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Prabowo Subianto memanggil Penasihat Khusus Presiden urusan Pertahanan Nasional, Dudung Abdurachman, ke Istana, Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Berdasarkan pantauan Kompas.com, Dudung tiba di Kompleks Istana sekitar pukul 14.30 WIB dengan mengenakan kemeja putih.

"Semalam ditelepon oleh ajudan bahwa Bapak menghadap Bapak Presiden jam 3 sore ini," kata Dudung di Kompleks Istana, Jakarta.

Namun, Dudung mengaku belum mengetahui alasan Prabowo memanggil dirinya.

Baca juga: Menkum Ungkap Keinginan Prabowo Terhadap RUU PPRT yang Akan Disahkan

Dia menduga, Kepala Negara ingin meminta masukan serta saran sehingga memintanya untuk menghadap ke Istana.

"Saya belum tahu tadi kan saya kan Penasihat Presiden tentunya mungkin ada hal-hal yang beliau minta saran masukan. Biasanya beliau kan suka minta saran masukan dari kita sebagai penasihat," ucapnya.

Dudung juga akan menyampaikan beberapa masukan ke Presiden RI, tetapi ia enggan mengungkapnya ke publik.

"Ya itu nanti saya sampaikan ke beliau. Nanti setelah kembali nanti baru saya sampaikan," ucap Dudung.

Baca juga: Prabowo Unggah Foto Syukuran Ultah Titiek: Semoga Tambah Usia Bawa Keberkahan

Menurutnya, pembahasan bersama Presiden akan mencakup soal sektor nasional dan internasional.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Dudung juga menyebut, kemungkinan juga akan membahas soal situasi geopolitik di Timur Tengah.

"Ya ya ya kira-kira itulah (geopolitik Timur Tengah)," tutur Dudung.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Imigrasi Soekarno-Hatta Cegah 13 WNI Berangkat Haji Non-Prosedural dengan Modus Visa Kerja
• 1 jam lalupantau.com
thumb
Prabowo Pimpin Ratas Percepat Bangun Giant Sea Wall Pantura, Lindungi Kawasan Pesisir Utara Jawa
• 22 jam laluliputan6.com
thumb
Holding Baru Energi Bersih Diharap Jaga Stabilitas Investasi PSEL
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tendangan Kungfu Fadly Alberto Diduga Dipicu Ejekan Fisik
• 21 jam lalumedcom.id
thumb
Google Perluas Gemini di Chrome ke Indonesia dan 6 Negara Lain
• 8 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.