VIVA – Menteri Tenaga Kerja AS Lori Chavez-DeRemer secara resmi mengundurkan diri dari kabinet pemerintahan Presiden Donald Trump, untuk mengambil pekerjaan di sektor swasta, demikian diumumkan Gedung Putih pada Senin malam.
Spekulasi mengenai masa depan Chavez-DeRemer di kabinet memang telah beredar selama beberapa pekan terakhir. Kepergiannya terjadi setelah pemecatan Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem dan Jaksa Agung Pam Bondi.
"Menteri Tenaga Kerja Lori Chavez-DeRemer akan meninggalkan pemerintahan untuk mengambil posisi di sektor swasta," kata Direktur Komunikasi Gedung Putih Steven Cheung dalam pernyataan di X dilansir The Hill, Selasa, 21 April 2026.
"Dia telah melakukan pekerjaan yang luar biasa dalam perannya dengan melindungi pekerja Amerika, memberlakukan praktik ketenagakerjaan yang adil, dan membantu warga Amerika memperoleh keterampilan tambahan untuk meningkatkan kehidupan mereka," tulis Cheung tentang mantan anggota parlemen Partai Republik dari negara bagian Washington tersebut.
Gedung Putih juga mengumumkan bahwa Keith Sonderling akan mengambil peran sebagai Pelaksana Tugas Menteri Tenaga Kerja. Sonderling sebelumnya menjabat sebagai wakil menteri.
Tuduhan PerselingkuhanMedia NOTUS lebih dahulu melaporkan bahwa Chavez-DeRemer telah mengundurkan diri. Keputusan itu muncul di tengah sorotan terhadap masa jabatannya karena ia tengah menjalani penyelidikan atas dugaan pelanggaran perilaku.
Menurut laporan The New York Times, Kantor Inspektur Jenderal Departemen Tenaga Kerja yang dipimpin oleh Anthony D’Esposito tengah menyelesaikan penyelidikan berbulan-bulan atas tuduhan pelanggaran perilaku oleh Chavez-DeRemer dan para pembantu terdekatnya.
Tuduhan tersebut mencakup dugaan perselingkuhan dengan seorang bawahan serta penggunaan sumber daya departemen untuk perjalanan pribadi. Inspektur jenderal juga dilaporkan meninjau pesan teks yang dikirim Chavez-DeRemer, para pembantunya, suami, dan ayahnya kepada staf perempuan muda. Laporan itu juga menyebutkan dugaan konsumsi alkohol selama jam kerja.
Suami mantan menteri tersebut, Shawn DeRemer, dilaporkan dilarang memasuki kantor pusat departemen setelah dua staf menuduhnya melakukan sentuhan tidak pantas dan pelecehan seksual.
Dalam pernyataan panjangnya, Chavez-DeRemer menyampaikan optimismenya terhadap masa depan.
"Merupakan suatu kehormatan dan hak istimewa untuk mengabdi di Pemerintahan bersejarah ini dan bekerja untuk Presiden terhebat sepanjang hidup saya," tulisnya.





