Grid.ID - Uya Kuya kembali menjadi perbincangan publik setelah muncul tudingan dirinya memiliki ratusan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Isu tersebut viral di berbagai platform media sosial dalam beberapa waktu terakhir.
Uya Kuya mengaku terkejut dengan kemunculan kembali kabar tersebut. Ia menegaskan bahwa informasi yang beredar merupakan fitnah dan hoaks yang sengaja disebarkan.
Menurut Uya, isu ini sebenarnya sudah sempat muncul sebelumnya di platform Threads. Namun saat itu, akun penyebar awal langsung menghilang setelah mendapat sorotan.
Kini, kabar serupa kembali mencuat dan menyebar secara masif di berbagai media sosial seperti Instagram, Facebook, hingga X. Ia menilai pola penyebarannya terorganisir karena narasi yang digunakan seragam.
“Ini saya jamin seribu persen fitnah dan hoaks,” kata Uya Kuya dikutip Grid.ID melalui Youtube Reyben Entertainment, Selasa (21/4/2026).
Tak ingin tinggal diam, Uya akhirnya mengambil langkah hukum. Ia melaporkan sejumlah akun penyebar hoaks ke Siber Polda Metro Jaya pada Sabtu malam.
Laporan tersebut mencakup sekitar delapan hingga sepuluh akun dari berbagai platform. Bahkan, unggahan yang sudah dihapus tetap dijadikan bukti oleh pihaknya.
Langkah tegas ini diambil karena Uya belajar dari pengalaman sebelumnya. Ia pernah menjadi korban hoaks yang berdampak serius pada kehidupan pribadinya.
Ia mengungkapkan bahwa rumahnya sempat dijarah akibat penyebaran video fitnah yang masif. Saat itu, konten lama miliknya diedit ulang dengan narasi yang menyesatkan.
Karena pengalaman tersebut, Uya kini memilih tidak lagi diam. Ia ingin memberikan efek jera bagi para penyebar berita palsu.
Terkait tuduhan memiliki ratusan dapur MBG, Uya dengan tegas membantahnya. Ia memastikan bahwa dirinya tidak memiliki satu pun dapur program tersebut.
“Sampai saat ini tidak ada satu dapur MBG yang saya punya,” ujarnya.
Uya menjelaskan bahwa usaha yang dimilikinya hanyalah restoran bernama Asli Rasa di kawasan Bendungan Hilir. Ia pun meminta agar pernyataannya tidak dipotong agar tidak menimbulkan kesalahpahaman baru.
Selain itu, ia juga menyoroti ketidaklogisan tuduhan yang beredar. Menurutnya, jika benar memiliki ratusan dapur, dibutuhkan modal hingga triliunan rupiah.
Hal tersebut dinilai tidak masuk akal dan seharusnya bisa disaring dengan logika sederhana. Ia menyayangkan masih banyak masyarakat yang mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.
Di akhir pernyataannya, Uya mengajak masyarakat untuk meningkatkan literasi digital. Ia berharap publik lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi di era media sosial. (*)
Artikel Asli




