Terkini, Makassar — Semangat Raden Ajeng Kartini terus hidup dalam kiprah perempuan Indonesia masa kini. Nilai perjuangan itu tercermin dalam sosok Hj. Rita A. Latief, advokat sekaligus tokoh masyarakat yang konsisten menjaga integritas dan aktif mengabdi di berbagai bidang.
Sejak usia muda, Rita telah menunjukkan karakter mandiri melalui keterlibatannya dalam berbagai organisasi.
Ia aktif di OSIS, pramuka, hingga KNPI Sinjai, yang kemudian membentuk kepemimpinan, kepercayaan diri, serta kemampuan komunikasinya.
Kini, kiprahnya semakin luas. Ia menjabat sebagai Wakil Ketua I KICI (Komunitas Ibu Cerdas Indonesia) Sulawesi Selatan dan juga anggota tetap KICI pusat.
Peran ini mempertemukannya dengan berbagai komunitas perempuan lintas daerah, sekaligus memperkuat jejaring sosial dan pemberdayaan perempuan.
Hj. Rita A. Latief bersama Permaisuri Raja Gowa ke-38Di ranah adat dan budaya, Rita aktif sebagai pengurus Srikandi Balira, lembaga adat Kerajaan Gowa.
Ia kerap dipercaya menjadi Master of Ceremony (MC) dalam berbagai agenda penting, mulai dari Halal Bihalal, Maudu Adaka ri Gowa, hingga penyambutan tamu kehormatan di Balla Lompoa.
Selain itu, ia juga terlibat dalam sejumlah organisasi, di antaranya DPP Palasara Indonesia, Sahabat Seniman Sulawesi, ILUMI, IKA FH UMI, Harmoni Telaga Nipa, Persadi, PERADI Damai, Majelis Taklim, dan FKPM.
Sebagai advokat, Rita menegaskan pentingnya peran perempuan dalam memperjuangkan keadilan. Namun, ia juga menyoroti tantangan besar dalam menjaga integritas di tengah praktik yang tidak sehat.
“Kejujuran jauh lebih berharga daripada kepintaran, tetapi akan lebih baik jika kejujuran dan kepintaran berjalan seiring,” ujarnya, mengingat pesan almarhum orang tuanya.
Ia juga menekankan pentingnya profesionalitas aparat penegak hukum serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital dalam sistem hukum modern.
Tak hanya di dunia hukum, Rita juga dikenal sebagai MC profesional dengan predikat CMC dari Comunicasting Academy Jakarta. Ia kerap memandu berbagai acara, mulai dari pernikahan, kegiatan keagamaan, hingga acara resmi dan adat.
Menurutnya, MC memegang peran vital dalam keberhasilan sebuah acara.
“MC bukan sekadar pembawa acara, tetapi penggerak utama jalannya kegiatan—menjaga ritme, suasana, dan citra penyelenggara,” jelasnya.
Dalam pengabdian di lingkungan, Rita dipercaya sebagai Ketua RT di Anging Mammiri Residence.
Ia aktif membangun sinergi dengan RT/RW, petugas keamanan, hingga terlibat langsung dalam menjaga kebersihan lingkungan bersama petugas dan satgas drainase.
Perannya juga meluas sebagai Wakil Ketua TP PKK Kelurahan Karunrung, di mana ia kerap memberikan pelatihan public speaking dan teknik MC kepada para kader dan pengurus lingkungan.
Memaknai Hari Kartini, Rita menegaskan bahwa perempuan harus mampu hadir di ruang publik tanpa meninggalkan peran dalam keluarga.
“Perempuan harus cerdas, mandiri, dan punya talenta. Namun, peran sebagai ibu tetap menjadi fondasi utama dalam keluarga,” tuturnya.
Ia menekankan pentingnya keseimbangan peran sebagai wanita karier dan ibu rumah tangga, yang harus ditopang oleh kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual.
Di sisi lain, kepedulian sosial menjadi bagian tak terpisahkan dari hidupnya. Rita aktif sebagai donatur tetap di SLB Taruna Bunga Bangsa dan beberapa panti asuhan.
Ia juga rutin melakukan kegiatan sosial, seperti anjangsana ke panti jompo dan pembagian sembako kepada kaum dhuafa, terutama saat Ramadan.
Baginya, nilai hidup terletak pada kebermanfaatan bagi sesama.
“Hidup akan bermakna ketika kita bisa berguna dan berbuat baik kepada orang lain,” pungkas pengurus Srikandi Balira Lembaga Adat Kerajaan Gowa.




