Mendag Ungkap Penyebab Kenaikan Harga Minyak Goreng, Gara-Gara Plastik Mahal?

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso atau yang akrab disapa Busan, mengungkapkan penyebab utama kenaikan harga minyak goreng di sejumlah wilayah Indonesia.

Mendag Ungkap Penyebab Kenaikan Harga Minyak Goreng, Gara-Gara Plastik Mahal? (Foto iNews Media Group)

IDXChannel - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso atau yang akrab disapa Busan, mengungkapkan penyebab utama kenaikan harga minyak goreng di sejumlah wilayah Indonesia. Menurutnya, kenaikan tersebut tidak sepenuhnya dipicu oleh masalah ketersediaan minyak.

Busan menjelaskan, harga minyak goreng merek Minyakita mengalami kenaikan tipis dari Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 menjadi sekitar Rp15.900 per liter. Kenaikan harga minyak goreng premium lebih terasa di daerah tertentu, seperti Papua yang disebutnya dipengaruhi oleh faktor distribusi.

Baca Juga:
Mentan Ancam Tindak Tegas Produsen Minyak Goreng Nakal: Saya Turun Tangan Nanti

"Kalau harga minyak goreng yang MinyaKita kan, saya lihat di SP2KP itu Rp15.900-an ya dari Rp15.700-an HET-nya. Kalau minyak goreng premium itu terutama memang yang daerah kayak Papua itu karena kan memang distribusinya," kata dia saat dijumpai di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Selain faktor distribusi, Mendag juga menyebut kenaikan harga minyak goreng dipicu oleh meningkatnya harga bahan baku plastik. Namun, pemerintah telah berkomunikasi dengan produsen minyak goreng dan industri plastik untuk memastikan produksi tetap berjalan.

Baca Juga:
Mendag Klaim Kewajiban DMO 35 Persen Efektif Jaga Harga Minyak Goreng

"Tadi kami sudah komunikasi dengan para produsen pada prinsipnya stok barang ada, gak ada masalah. Jadi ketersediaan pasokan ada. Memang salah satu imbas kenaikan itu karena harga plastik (naik)," kata dia.

Baca Juga:
Intip Harga Pangan Hari Ini, Minyak Goreng, Cabai hingga Beras Naik Signifikan

Meski demikian, Mendag optimistis kondisi ini dapat segera diatasi. Menurutnya, stabilitas harga tidak hanya bergantung pada produksi minyak goreng, tetapi juga pada kelancaran produksi dan distribusi bahan kemasan.

"Plastik juga harus diselesaikan, makanya kami komunikasi dengan produsen, bahwa produsen menyampaikan sebenarnya produksi jalan terus enggak ada masalah. Jadi mudah-mudahan sih enggak ada kendala, nanti harapan kami produksi plastik yang normal ya, jangan sampai juga nanti distribusinya tetap mahal," ujarnya.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Di Hadapan Ribuan Personel Brimob, Kapolri Waspadai Dampak Geopolitik
• 4 jam laluokezone.com
thumb
Update Klasemen Liga Italia 2025-2026: Juventus Makin di Atas Angin Berkat Jay Idzes, Emil Audero Cs Terima Kabar Buruk
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Presiden Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan PLTS
• 54 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Beasiswa OSC 2026 Dibuka, Ini Syarat, Cara Daftar dan Pilihan Kampusnya
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Realisasi Investasi Lampaui Target, Prabowo Ingatkan Penciptaan Lapangan Kerja Harus Ikut Naik
• 34 menit laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.