JAKARTA, KOMPASTV - Wakil Presiden ke 10 dan 12 RI, Jusuf Kalla, menegaskan bahwa isu bernuansa SARA yang beredar di masyarakat harus dilawan karena berpotensi memecah belah persatuan.
Hal itu disampaikan Jusuf Kalla usai pertemuan dengan sejumlah tokoh agama.
Menurutnya, para tokoh agama yang hadir sepakat bahwa narasi-narasi yang tidak benar harus diluruskan agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Apa yang disampaikan itu adalah keadaan sebenarnya. Bahkan lebih berat dari yang dibayangkan, sehingga semua sepakat ini harus dilawan,” ujar Jusuf Kalla usai pertemuan, Selasa (21/4/2026).
Terkait adanya laporan yang muncul akibat isu tersebut, Jusuf Kalla menegaskan bahwa dirinya tidak berkepentingan untuk meminta pencabutan laporan.
“Saya tidak ada urusan menarik atau tidak. Yang penting mereka paham bahwa yang dilaporkan itu tidak benar,” kata dia.
Ia meminta agar semua pihak tidak menyampaikan informasi tanpa dasar yang jelas.
“Tugas kita semua, termasuk media, agar masyarakat memahami dan tidak mau dipecah belah oleh pihak-pihak yang menyebarkan fitnah,” ujarnya.
Terkait kemungkinan langkah hukum, Jusuf Kalla kembali menegaskan bahwa hal tersebut diserahkan kepada masyarakat yang merasa dirugikan.
Ia menilai, jejak digital dapat digunakan untuk mengetahui siapa yang pertama kali membuat dan menyebarkan potongan informasi yang beredar luas di masyarakat.
“Kita minta polisi dan ahli IT meneliti dari mana asalnya, siapa yang memulai dan menyebarkan,” ujarnya.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Produser: Yuilyana
Thumbnail Editor: Galih
Baca Juga: Hashim Djojohadikusumo Minta ABPEDNAS Ikut Kawal Program Makan Bergizi Gratis | JMP
Penulis : Yuilyana
Sumber : Kompas TV
- jusuf kalla





