REPUBLIKA.CO.ID,Jamaah haji Indonesia kloter pertama direncanakan akan tiba di Madinah, Arab Saudi pada Rabu (22/4/2026) pagi waktu setempat. Faktor cuaca akan menjadi faktor penentu ketahanan fisik para jamaah selama berada di tanah suci.
Berdasarkan pantauan Republika, suhu paling panas terjadi pada tanggal 18 April 2026 yang mencapai 38 derajat Celsius di siang hari. Sedangkan dua hari terakhir ini suhu di Madinah di waktu siang melandai di angka 34 derajat Celsius saja.
Baca Juga
Malcolm X dan Kenangan Haji tak Terlupakan
Hal yang Boleh dan Dilarang bagi Jamaah selama di Asrama Haji
Wapres Gibran Kunjungi Yahukimo, Dorong Keamanan dan Percepatan Program Pemerintah
Sementara itu di waktu malam hari, suhu di Madinah berubah sejuk dan stabil di kisaran 20-24 derajat Celsius selama sepekan terakhir. Cuaca seperti ini tidak terlalu berbeda jauh dengan kota di Indonesia seperi Jakarta misalnya yang berada di kisaran 31 derajat Celsius di siang hari dan 24 derajat Celsius di malam hari.
"Secara cuaca tidak terlalu beda dengan di Jakarta, hanya tingkat kelembapannya saja yang lebih rendah daripada di tanah air," kata Nuril (40 tahun), salah seorang petugas haji yang bertugas di Madinah.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Nuril pun mengaku tidak terlalu sulit beradaptasi dengan cuaca di Madinah saat ini.