Harga Emas Melemah di Tengah Drama AS-Iran, Dolar AS Jadi Biang Kerok

viva.co.id
21 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Harga emas dunia kembali melemah pada perdagangan Selasa, 21 April 2026. Ini dipicu penguatan dolar Amerika Serikat (AS) di tengah ketidakpastian pembicaraan damai antara AS dan Iran. 

Investor juga menanti perkembangan sidang konfirmasi Senat untuk calon pejabat Federal Reserve, Kevin Warsh, yang dinilai dapat memengaruhi arah kebijakan suku bunga.

Baca Juga :
Trump: Sangat Tidak Mungkin Memperpanjang Gencatan Senjata dengan Iran
Sebut Delusional dan Pembohong, Iran Tegaskan Trump Tak Bisa Putarbalikkan Fakta di Lapangan

Emas spot tercatat turun 0,7 persen ke level US$4.784,77 per ons atau sekitar Rp81,34 juta per ons (asumsi kurs Rp17.000 per dolar AS). Sebelumnya, harga emas sempat menyentuh level terendah sejak 13 April pada perdagangan Senin.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni juga melemah 0,5 persen menjadi US$4.803,60 per ons atau setara Rp81,66 juta per ons. Penurunan harga emas terjadi seiring menguatnya dolar AS pada Selasa. Kondisi ini membuat komoditas berbasis dolar, termasuk emas, menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain sehingga menekan permintaan.

Analis ActivTrades Ricardo Evangelista mengatakan pelemahan emas saat ini mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap situasi geopolitik yang belum stabil.

“Harga emas yang turun hari ini mencerminkan kekhawatiran bahwa, meskipun harga minyak baru-baru ini turun, situasi di Selat Hormuz masih tetap tidak pasti, dengan blokade yang masih berlangsung,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari CNBC, Selasa, 21 April 2026.

Ia menambahkan, ketidakpastian tersebut membuat kekhawatiran inflasi tetap hidup dan justru menopang kekuatan dolar AS. “Ketidakpastian ini menjaga kekhawatiran inflasi tetap hidup, mendukung dolar AS dalam dinamika yang menciptakan hambatan bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil,” lanjutnya.

Pasar saat ini juga menyoroti peluang berlanjutnya pembicaraan damai antara AS dan Iran yang dijadwalkan berlangsung di Pakistan. Pemerintah AS menyatakan optimistis negosiasi tersebut akan tetap berjalan, sementara seorang pejabat senior Iran menyebut Teheran sedang mempertimbangkan untuk ikut bergabung.

Namun, sejumlah hambatan masih membayangi, terutama menjelang berakhirnya gencatan senjata selama dua pekan antara kedua pihak. Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Iran pada Selasa mengecam Amerika Serikat atas dugaan serangan terhadap kapal dagang Iran bernama Touska pada akhir pekkan lalu. Iran juga menuntut pembebasan kapal tersebut secepatnya.

Baca Juga :
Standard Chartered Ramal Harga Emas 2026, Gencatan AS-Iran Jadi Penentu
Krisis Energi Belum Usai, Harga BBM Diperkirakan Tetap Tinggi hingga 2027
Iran Murka usai Kapal Diserang AS, Ancam Konsekuensi Berbahaya

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Momentum Hari Kartini 2026 Tegaskan Sinergi Nasional untuk Perkuat Pemberdayaan Perempuan
• 22 jam lalupantau.com
thumb
Leadership Kuat Bawa Sportpreneur Indonesia Menatap Ekosistem Olahraga Global
• 23 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
ESDM Akan Lakukan Uji Jalan B50 pada Kereta Api Pekan Depan
• 6 jam lalukatadata.co.id
thumb
Menhaj Irfan dan Wakil Ketua DPR Dasco Lepas Ratusan Calon Haji Kloter Pertama Hari Ini
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Semangat Bangun Legacy untuk Negeri Bawa InJourney Raih Great Place to Work 2026
• 21 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.