Hari Pertama TKA SD Diikuti 1,6 Juta Siswa, Hasilnya untuk Apa?

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengklaim pelaksanaan hari pertama Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD/MI/sederajat berlangsung baik. Berdasarkan data sementara, Kemendikdasmen mencatat sebanyak 1.607.830 peserta telah mengikuti TKA pada hari pertama se-Indonesia.

Kemendikdasmen menegaskan perhatian terhadap TKA tidak lagi berhenti pada aspek pelaksanaan semata, seperti kesiapan teknis, kelancaran proses, dan integritas penyelenggaraan. Namun ke depannya, Kemendikdasmen memperluas fokus pada bagaimana hasil TKA dimanfaatkan secara optimal. 

“Selama ini kita cenderung berfokus pada bagaimana TKA dilaksanakan di daerah-daerah. Ke depan, yang tidak kalah penting adalah bagaimana hasilnya benar-benar dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan yang berbasis data," kata Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen, Toni Toharudin pada Selasa (21/4/2026). 

Toni memandang TKA sebagai dasar pengambilan kebijakan pendidikan di tingkat satuan pendidikan, pemerintah daerah, maupun pusat. Menurutnya, hal ini penting agar TKA menjadi instrumen pengukuran sekaligus alat yang berdampak nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

"Data dari TKA harus menjadi rujukan dalam memperbaiki pembelajaran, menyusun kebijakan, dan memastikan setiap intervensi pendidikan lebih tepat sasaran,” kata Toni. 

Toni berharap pemanfaatan hasil TKA dapat memperkuat berbagai aspek, mulai dari perbaikan proses pembelajaran di kelas, penyusunan intervensi yang lebih tepat sasaran, hingga perencanaan program pendidikan yang berbasis data. Untuk mendukung hal tersebut, masyarakat, satuan pendidikan, dan pemerintah daerah dapat mulai mengakses dan memanfaatkan hasil TKA melalui laman resmi di tka.kemendikdasmen.go.id/hasiltka.

"Ini sebagai rujukan dalam pengambilan keputusan berbasis data," ujar Toni. 

Melalui pemanfaatan laman tersebut, Toni menyebut TKA menjadi bagian dari siklus peningkatan mutu pendidikan yang berkelanjutan. Toni meyakini hasil asesmen digunakan secara aktif untuk mendorong transformasi pendidikan yang lebih adaptif, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.

"Kami ingin memastikan TKA tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan yang hanya dibahas ketika sedang pelaksanaan, tetapi menjadi bagian dari ekosistem peningkatan mutu pendidikan. Ketika hasilnya dimanfaatkan secara optimal oleh sekolah dan pemerintah daerah, maka dampaknya akan langsung dirasakan oleh peserta didik," ujar Toni. 

Oleh karena itu, Toni menyatakan pemanfaatan hasil TKA secara optimal menjadi kunci memastikan setiap upaya peningkatan mutu pendidikan berjalan lebih terarah, berbasis data, dan berkelanjutan. 

"Ini sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan satuan pendidikan agar setiap kebijakan dan intervensi yang dilakukan benar-benar memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran dan capaian peserta didik," ujar Toni. 

Diketahui, tes berlangsung secara serentak mulai pukul 07.00 hingga 15.30 WIB. Kegiatan ini terbagi ke dalam empat sesi untuk sebagian besar wilayah Indonesia. Sedangkan untuk wilayah Indonesia bagian timur diselenggarakan dalam tiga sesi menyesuaikan kondisi setempat.

TKA sesi pertama diikuti oleh 701.137 peserta, sesi kedua diikuti oleh 632.505 peserta, sesi ketiga diikuti oleh 233.848 peserta, dan sesi keempat diikuti oleh 40.340 peserta. Hal ini menunjukkan partisipasi yang luas dari peserta didik di berbagai daerah.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
MBG  Butuh 700 Juta Telur per Tahun, Kadin Gaet Pengusaha China Bangun Industri Unggas
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
Wamen P2MI: Semangat Kartini Bukan Hanya Soal Emansipasi, Tapi...
• 7 jam laludisway.id
thumb
Jadwal Semifinal Coppa Italia: Duel Hidup Mati Inter Milan vs Como Disiarkan Langsung ANTV!
• 12 jam laluviva.co.id
thumb
Sebanyak 16.672 Peserta Ikuti UTBK di Unair, Ujian Dimulai Hari Ini
• 11 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Reaksi Eks Bos PSIS soal Tendangan Kung Fu Fadly Alberto: Jangan Menormalisasi Kekerasan, Tirulah Cristiano Ronaldo!
• 3 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.