TABLOIDBINTANG.COM - Syahriyadi, pemuda asal Barabai, Kalimantan Selatan, menjadi salah satu contoh nyata bagaimana media sosial mampu mengubah nasib seseorang. Lahir pada 31 Desember 2000, perjalanan kariernya dimulai dari titik yang sederhana—sebagai penjaga gerai makanan cepat saji ayam goreng—hingga akhirnya dikenal luas sebagai penyanyi viral dengan jutaan penonton di berbagai platform digital.
Karier Syahriyadi mulai mencuri perhatian publik pada 2021. Saat itu, ia mengunggah cover lagu “Pecah Seribu” milik Elvy Sukaesih. Tanpa diduga, video tersebut viral di berbagai media sosial dan membuka jalan bagi langkah besarnya di industri musik. Popularitasnya semakin melejit setelah ia berkolaborasi dengan Musik Interaktive Jawa Timur. Kolaborasi tersebut berhasil menembus trending #5 dengan lebih dari 13 juta penonton di YouTube, sekaligus membawanya tampil di sejumlah program televisi nasional seperti Pagi-Pagi Ambyar dan Brownis.
Tak ingin berhenti sebagai penyanyi cover, Syahriyadi mulai merilis karya original. Single pertamanya berjudul “Bila Tak Mau Disakiti Jangan Menyakiti” ciptaan Tegar CS, dirilis pada 2021 dan kembali viral di media sosial, termasuk TikTok, dengan raihan lebih dari 5,1 juta penonton. Masih di tahun yang sama, ia merilis single kedua “Maafkan Aku” ciptaan Dodi dari Kangen Band, yang sukses mengumpulkan 9,7 juta penonton.
Memasuki 2022, konsistensinya terus terlihat. Single ketiga “Terluka Karna Cinta” kembali viral, khususnya di TikTok, dengan lebih dari 1 juta pengguna memakai sound tersebut dan 10 juta penonton di YouTube. Di tahun yang sama, Syahriyadi juga mencoba peruntungan di ajang pencarian bakat Dangdut Academy 5 (DA5), meski langkahnya harus terhenti di babak Top 12.
Tak berhenti di situ, ia merilis single keempat “Aku Hanya Pelarian” yang kembali sukses dengan 6,6 juta penonton. Popularitasnya terus berlanjut pada 2023 melalui kerja sama dengan Ascada Musik dalam single kelima “Bertahan Sakit Pergi Sulit”. Lagu ini kembali viral di TikTok dengan 2 juta pengguna sound dan meraih hingga 20 juta penonton di YouTube.
Pada Januari 2025, Syahriyadi mulai mengeksplorasi identitas musiknya dengan merilis lagu berbahasa Banjar berjudul “Kada Pacang Lagi”, ciptaannya sendiri. Lagu ini kembali mendapat respons positif dengan 2,4 juta penonton di YouTube.
Memasuki 2026, ia merilis single ketujuh “Gadis Manis Kalimantan”, yang memadukan bahasa Banjar dan Indonesia. Lagu ini menjadi salah satu pencapaian terbesarnya, dengan 6 juta pengguna sound di TikTok dan 2,5 juta penonton di YouTube. Popularitasnya semakin meluas setelah digunakan oleh sejumlah figur publik seperti Fuji, Ria Ricis, dan Luna Maya, serta viral di berbagai platform, termasuk dalam tren live streaming maraton. Lagu ini juga sempat menduduki posisi trending #2 dan masih bertahan populer hingga saat ini.
Ke depan, Syahriyadi berencana untuk terus fokus mengembangkan lagu-lagu Banjar-Indonesia sebagai ciri khasnya. Langkah ini diambil bukan hanya untuk tampil berbeda di industri musik, tetapi juga sebagai upaya mengangkat budaya dan identitas daerah ke panggung yang lebih luas.




