Presiden Prabowo Tekankan Regulasi Jangan Sampai Jadi Penghambat Investasi Nasional

tvrinews.com
19 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Ricardo Julio

TVRINews, Jakarta

Presiden Prabowo Subianto meminta Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, untuk memangkas sejumlah regulasi yang dinilai menghambat investasi. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian standar regulasi dengan negara-negara anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) guna menjadikan Indonesia semakin ramah investasi.

“Pertek (Persetujuan Teknis) juga harus dievaluasi. Kata Bapak Presiden, jika menghambat, tidak perlu ada. Jadi harus terus ditingkatkan,” ujar Rosan usai menghadap Presiden di Istana Negara, Selasa 21 April 2026.

Ia menambahkan bahwa pemerintah akan melakukan perbandingan atau benchmarking dengan negara-negara ASEAN serta standar regulasi OECD dan lainnya. Selain itu, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya arah investasi yang tidak hanya besar secara nominal, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas.

Rosan mengungkapkan bahwa Presiden mengarahkan agar setiap investasi yang masuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam penyerapan tenaga kerja.

“Pesan beliau, investasi yang masuk harus mampu mendorong penciptaan lapangan kerja yang tumbuh dengan baik, benar, dan berkualitas,” kata Rosan.

Presiden juga menekankan pentingnya percepatan eksekusi kebijakan investasi agar tidak terhambat oleh regulasi yang berbelit.

“Ini sangat penting dan harus segera diakselerasi. Jangan sampai regulasi justru menjadi penghambat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rosan menyebutkan bahwa sejumlah komitmen investasi menunjukkan angka yang signifikan. Dari Jepang, potensi investasi tercatat mendekati USD 30 miliar, sementara dari Korea Selatan sekitar USD 10 miliar. Investasi dari Tiongkok juga disebut tetap tinggi dan konsisten.

Ia menambahkan, tren positif ini sejalan dengan target investasi nasional yang meningkat signifikan dalam lima tahun ke depan. Jika pada periode 2014–2024 total realisasi investasi mencapai sekitar Rp9.100 triliun, maka pada periode 2025–2029 targetnya ditingkatkan menjadi lebih dari Rp13.000 triliun.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Standar Ganda Uni Eropa dalam Konflik: Antara Ukraina dan Gaza
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Tiongkok Protes Keras PM Jepang Takaichi yang Kirim Persembahan ke Kuil Yasukuni
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Negara Ini Usir Halus Pengungsi Ukraina, Beri Iming-Iming Uang
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Ketua Parlemen Iran Kecam Blokade AS di Selat Hormuz | BERUT
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Hasil Super League 2025-2026: Persija Hampir Dapat 3 Penalti, PSIM Tahan Imbang Macan Kemayoran
• 1 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.