Video bentrokan antara warga dan kelompok mata elang di kawasan Jalan Swadaya, Klender, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, viral di media sosial pada Selasa (21/4). Dalam rekaman itu, terlihat sejumlah orang terlibat gesekan hingga mendatangi sebuah kantor di lokasi.
Keributan disebut terjadi sekitar pukul 16.25 WIB. Berdasarkan narasi yang beredar, peristiwa dipicu penagihan kendaraan di lapangan. Pihak penagih disebut berusaha menarik sepeda motor milik warga, namun mendapat perlawanan hingga memicu ketegangan.
Menanggapi kejadian tersebut, Kapolsek Cakung AKP Andre mengatakan, langsung menerjunkan personel untuk mengamankan situasi setelah menerima laporan.
“Langsung kita kumpulkan anggota semua, langsung kita lerailah, lerai. ya sesuai video yang beredar, kan ada anggota saya tuh. Ya kayak gitulah,” kata Andre saat dihubungi, Selasa (21/4).
Andre menjelaskan, peristiwa bermula dari seorang warga yang kendaraannya hendak ditarik oleh pihak penagih. Hal itu kemudian memicu emosi hingga mengundang orang lain datang ke lokasi.
“Jadi gini, jadi ada wargalah, nih bukan warga Cakung tapi ya. Jadi ada warga katanya ditariklah motornya itu. Nah, mungkin karena kesel, itu mungkin ngumpul-ngumpulin temennya kali kan,” ujarnya.
Dalam video yang beredar, massa terlihat mendatangi kantor yang disebut sebagai kantor mata elang. Andre membenarkan lokasi tersebut.
“Kantornya, kantor Matel-nya,” ucap dia.
Ia menambahkan, pihak kepolisian mengerahkan seluruh personel melalui Panggilan Luar Biasa (PLB) agar situasi tidak semakin meluas.
“Seluruhnya (anggota polsek) saya sterling, PLB (Panggilan Luar Biasa) semua, kita suruh merapat sana semua biar nggak ada korban kan,” lanjutnya.
Dalam kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa maupun pihak yang diamankan. Namun, terdapat kerusakan ringan pada kantor yang didatangi massa.
Ia memastikan kondisi di lokasi kini sudah kembali kondusif.
“Enggak ada (korban) . Aman-aman. Aman insya Allah. Udah kumpulin masyarakat di sana, yang menyerang sama sekali bukan warga sana,” pungkasnya.





