Bisnis.com, BALIKPAPAN — Kalimantan Timur diperkirakan memasuki episode kekeringan relatif pada akhir April 2026, dengan sebagian besar wilayah hanya mencatat curah hujan maksimal 50 milimeter selama sepuluh hari terakhir bulan ini.
Prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Samarinda tersebut menandai penurunan signifikan intensitas hujan di provinsi yang tengah bersiap menghadapi musim transisi.
Kendati demikian, wilayah barat Kalimantan Timur menjadi pengecualian dengan probabilitas hujan menengah berkisar 50 hingga 150 milimeter yang mencapai lebih dari 70%.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III APT Pranoto Samarinda, Riza Arian Noor menyatakan disparitas geografis ini menggarisbawahi kompleksitas pola cuaca regional yang kerap membelah provinsi menjadi dua zona iklim berbeda.
"Secara deterministik, sebagian besar wilayah Kaltim akan didominasi curah hujan kategori rendah, yakni 20 hingga 50 milimeter. Namun, beberapa wilayah seperti Kabupaten Mahakam Ulu, Kabupaten Paser, sebagian Kabupaten Kutai Barat bagian barat, serta sebagian wilayah Kabupaten Kutai Timur bagian utara diprakirakan mengalami curah hujan kategori menengah, yakni 50 hingga 100 milimeter," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (21/4/2026).
Dia menambahkan, prediksi deterministik sifat hujan menunjukkan pola yang lebih mengkhawatirkan, dengan hampir seluruh wilayah Benua Etam akan mengalami kondisi bawah normal, dengan curah hujan hanya mencapai 31%—84% dari rerata historis.
Baca Juga
- Peringatan BMKG: Musim Kemarau Bakal Lebih Kering & Panjang di Jabar
- Sulsel Antisipasi Perkembangan El Nino Mulai Mei, Berikut Daerah Rawan Kekeringan dan Antisipasinya
- Hampir Sejuta Hektare Sawah di Jatim, Terancam Kekeringan Saat Kemarau
Hanya sebagian kecil wilayah di Kabupaten Paser bagian barat daya dan Kabupaten Berau bagian timur yang masih mempertahankan status normal, yaitu berkisar 85%—115%.
Yang patut dicermati, meski mayoritas wilayah mengalami kekeringan relatif, sebagian Kabupaten Kutai Barat bagian tenggara dan Kabupaten Mahakam Ulu bagian tenggara justru berpotensi dilanda hujan kategori tinggi, mencapai 150 hingga 200 milimeter.
Adapun, Riza mengungkapkan catatan curah hujan tertinggi tercatat di Kecamatan Bongan, Kabupaten Kutai Barat, yang mencapai 161 milimeter.





