Purbaya Tolak Pinjaman IMF dan Bank Dunia, APBN Indonesia Masih Aman

metrotvnews.com
14 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menolak tawaran pinjaman dari Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia karena kondisi fiskal Indonesia masih relatif kuat.

Purbaya menjelaskan, IMF dan Bank Dunia mempersiapkan dana senilai USD20 miliar-USD30 miliar untuk membantu negara yang membutuhkan dukungan di tengah ketidakpastian global, terutama akibat konflik Timur Tengah.

"Saya bilang sama dia (IMF dan Bank Dunia), sekarang saya belum butuh (pinjaman), karena saya sendiri punya persediaan hampir USD25 miliar (setara Rp428,77 triliun dengan kurs Rp17.150 per USD)," kata Purbaya, dalam taklimat media di Kantor Kementerian Keuangan Jakarta, dilansir Antara, Selasa, 21 April 2026.

Tawaran pinjaman itu ia terima saat menghadiri rangkaian Pertemuan Musim Semi Dana Moneter Internasional dan Grup Bank Dunia (IMF-World Bank Spring Meeting) pada 13-17 April di Washington DC, Amerika Serikat.



Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Merotvnews.com/Duta Erlangga.

 

Baca Juga :

Purbaya Tantang Proyeksi Bank Dunia, Targetkan Ekonomi RI Tembus di Atas 5,5%
  Purbaya jamin kondisi APBN
Purbaya menyebut telah menyampaikan apresiasi atas penawaran pinjaman oleh kedua lembaga internasional itu. Namun, Menkeu menjamin kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) saat ini masih memadai dan belum membutuhkan dukungan.

"Saya masih punya uang sebesar USD25 miliar juga, yang kami pegang untuk negara sendiri. Mereka (IMF dan Bank Dunia), USD25 miliar untuk beberapa negara. Jadi, kondisi keuangan kita masih aman," tutur dia.

Sebelumnya, Purbaya menyatakan IMF memuji Indonesia sebagai salah satu titik cerah atau bright spot dalam perekonomian global. IMF pun mengapresiasi kebijakan yang kredibel serta langkah-langkah lain yang dilakukan Indonesia dalam menjaga stabilitas perekonomian.

Purbaya juga menjelaskan Pemerintah Indonesia mengambil manuver strategi dengan mengubah arah kebijakan fiskal sejak akhir tahun lalu, yang dampaknya sudah mulai terlihat pada perekonomian saat ini. Perubahan strategi itu juga membuat Indonesia memiliki kemampuan merespons tekanan yang lebih baik, termasuk ketika harga minyak dunia melambung tinggi.

Di depan IMF dan Bank Dunia, Purbaya menyampaikan optimisme bahwa perekonomian Indonesia mampu mencetak pertumbuhan 5,4-6 persen pada 2026 meski di tengah ketegangan global yang sedang berlangsung.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jelang Lawan Newcastle, Arsenal Cemas Tunggu Kondisi Calafiori
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Semarak Hari Kartini, BRI Region 6 Gelar Lomba Busana Nasional untuk Pekerja
• 3 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Kemenhan Pastikan 1.773 ASN Siap Jalani Pelatihan Komcad
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Momen Sujud Terakhir Imam Masjid saat Salat Subuh di Depok
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Rayakan Hari Kartini di Sorong, Wapres Gibran Traktir 100 Mama Papua Belanja Kebutuhan Pokok
• 14 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.