Genjot Produksi Lapangan Tua, SKK Migas Percepat Teknologi MSF

bisnis.com
11 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — SKK Migas mempercepat penerapan teknologi multi stage fracturing (MSF) untuk mendongkrak produksi dari lapangan minyak dan gas bumi (Migas). Ini khususnya untuk lapangan berkarakter reservoir berkualitas rendah.

Strategi itu digencarkan di tengah target ambisius program Triple 100 (100 sumur eksplorasi, 100 multi-stage fracturing/multi-layer fracturing, dan 100 tambahan sumur pengembangan).

Teknologi MSF merupakan teknik stimulasi sumur migas, khususnya sumur horizontal, yang melakukan perekahan batuan reservoir bertahap (multi-tahap) menggunakan fluida bertekanan tinggi untuk membuka jalur aliran minyak

Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas Rikky Rahmat menilai, dorongan tersebut menjadi krusial mengingat sebagian besar potensi tambahan produksi justru berada pada lapangan tua dengan tantangan teknis yang semakin kompleks. Optimalisasi teknologi menjadi tumpuan utama untuk membuka cadangan yang sebelumnya sulit diproduksi.

Sebagai bagian dari upaya itu, Rikky meninjau langsung proyek sumur MSF BLSE-050 di Lapangan Balam South East, yang dikelola PT Pertamina Hulu Rokan di Wilayah Kerja Rokan, Riau.

Rikky menegaskan, teknologi MSF menjadi langkah strategis dalam mengangkat produksi dari lapangan low quality reservoir yang masih menyimpan cadangan cukup besar, tetapi memiliki hambatan aliran alami.

Baca Juga

  • SKK Migas Targetkan Jual-beli LNG Masela Deal Habis Lebaran
  • Negosiasi LNG Masela Mengerucut ke 5 Buyer Global, SKK Migas Targetkan Deal April
  • Begini Harapan SKK Migas Soal Sumur Salawati Papua

“Program MSF ini merupakan salah satu upaya nyata untuk meningkatkan produksi dari lapangan-lapangan low quality reservoir. Melalui teknologi ini, kita dapat membuka jalur aliran minyak yang sebelumnya sulit diproduksikan, sehingga potensi yang ada dapat dimanfaatkan secara lebih optimal,” ujarnya melalui keterangan resmi, Selasa (21/4/2026).

Dia mengatakan, keberhasilan program tersebut sangat ditentukan oleh sinergi antara SKK Migas, kontraktor kontrak kerja sama, serta dukungan penyedia jasa dan kesiapan operasional di lapangan.

SKK Migas juga mendorong percepatan implementasi program dengan tetap menjaga aspek keselamatan, efisiensi biaya, dan keandalan operasi. Dukungan peralatan, percepatan pembebasan lahan, serta penguatan kapasitas operasional menjadi fokus untuk mencapai target.

“Kami memastikan dukungan peralatan, percepatan pembebasan lahan, serta penguatan kapasitas operasional agar target 15 sumur MSF di tahun 2026 dapat tercapai dan memberikan kontribusi signifikan terhadap produksi nasional,” kata Rikky.

Di sisi operator, PT Pertamina Hulu Rokan menjadikan MSF sebagai strategi utama untuk mengoptimalkan produksi di lapangan dengan karakteristik batuan yang menghambat aliran minyak.

General Manager PHR Zona Rokan Andre Wijanarko menjelaskan teknologi fracturing dilakukan dengan tekanan tinggi untuk merekahkan batuan dan membuka jalur aliran hidrokarbon. Metode ini diterapkan secara bertahap pada sumur horizontal untuk meningkatkan efektivitas produksi.

Pada 2026, PHR menargetkan pengeboran 15 sumur MSF yang tersebar di Lapangan Balam South East, Bangko, dan Kotabatak, masing-masing lima sumur.

Andre menyebut sumur MSF tergolong high profile karena berpotensi menghasilkan produksi tinggi, tetapi juga memiliki tantangan teknis dan biaya yang besar. Oleh karena itu, eksekusi dilakukan dengan kehati-hatian untuk memastikan hasil optimal.

“Hingga saat ini, dua sumur pertama tahun ini telah menyelesaikan fracturing stage 1 dan tengah bersiap memasuki stage berikutnya, yang direncanakan hingga 8 stages, dan onstream diharapkan di akhir Mei,” ujarnya.

Selain itu, dua sumur masih dalam tahap pengeboran, sementara empat sumur lainnya telah siap untuk dibor.

Sementara itu, Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut C.W. Wicaksono menegaskan pihaknya akan terus mengawal proyek strategis hulu migas agar berjalan optimal dan sesuai target.

“SKK Migas akan mengawal pelaksanaan proyek strategis hulu migas agar berjalan optimal, sekaligus mendukung pencapaian target produksi nasional, ketahanan energi, dan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
TelkomGroup Siapkan Future Leaders lewat Program Pengembangan Kepemimpinan Strategis FLDP 2026
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
Habiburokhman: Hakim Paling Cepat Implementasikan KUHP-KUHAP Baru
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
15 Doa Berangkat Haji untuk Dibaca Jemaah, Keluarga dan Kerabat
• 19 jam laludetik.com
thumb
Trump Perpanjang Gencatan Senjata AS-Iran Atas Permintaan Pakistan
• 4 jam lalutvrinews.com
thumb
Rayakan Hari Kartini dengan Aksi Nyata, Dian Sastrowardoyo Bagikan Beasiswa untuk Perempuan
• 20 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.