REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG, – Realisasi belanja Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Nusa Tenggara Timur mencapai Rp45,87 miliar pada triwulan I 2026, atau sekitar 16,32 persen dari total pagu sebesar Rp281,13 miliar. Angka ini menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 14,34 persen secara tahunan (year on year/yoy) dalam mendukung layanan kesehatan dan pendidikan di wilayah tersebut.
Kepala Kantor Wilayah DJPb NTT, Adi Setiawan, menyatakan bahwa realisasi belanja tersebut terdiri dari dua fungsi utama, yakni kesehatan dan pendidikan. Untuk fungsi kesehatan, realisasi mencapai Rp43,87 miliar atau 19,12 persen dari pagu Rp229,50 miliar. Sedangkan untuk pendidikan, terealisasi sebesar Rp2,00 miliar atau 3,89 persen dari pagu Rp51,66 miliar.
Adi Setiawan menambahkan bahwa pada tahun 2026 terdapat lima program yang ditetapkan, yang terdiri dari empat program teknis dan satu program dukungan manajemen. Program teknis mencakup pelayanan kesehatan lanjutan, pelayanan kesehatan primer, pendidikan dan pelatihan vokasi, serta sistem ketahanan kesehatan. Realisasi belanja program teknis mencapai Rp13,45 miliar, tumbuh 50,78 persen (yoy).
Program dukungan manajemen menjadi fondasi utama untuk memastikan pelaksanaan program berjalan efektif. Hingga Maret 2026, anggaran dukungan manajemen sebesar Rp167,4 miliar telah terealisasi sekitar 19 persen atau Rp32,4 miliar, digunakan untuk mendukung fungsi perencanaan, penganggaran, pelaporan, hingga pengawasan internal.
Adi menekankan pentingnya belanja pemerintah yang tepat sasaran dan akuntabel untuk memperkuat layanan kesehatan dan pendidikan di NTT. Sinergi kebijakan fiskal dan layanan publik terus ditingkatkan untuk memastikan setiap rupiah anggaran memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
.rec-desc {padding: 7px !important;} Konten ini diolah dengan bantuan AI.