JAKARTA, DISWAY.ID -- Pemberdayaan perempuan melalui pendidikan terus diperkuat dengan fokus pada peningkatan literasi dan numerasi.
Upaya ini dinilai krusial untuk membangun sumber daya manusia unggul, sekaligus membuka ruang kesetaraan bagi perempuan di berbagai sektor.
Kegiatan yang digelar dalam rangka Bulan Pemberdayaan Perempuan ini merupakan kolaborasi antara Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), INOVASI, dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
BACA JUGA:Wawancara Eksklusif: Kartini Modern Ernie Widianty, dari Dokter hingga Transportasi Jakarta
Forum ini menghadirkan praktik baik dari daerah dalam membangun budaya literasi yang inklusif.
Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, mengatakan bahwa literasi tidak bisa hanya dibebankan pada sekolah.
Menurutnya, keterlibatan keluarga dan masyarakat menjadi faktor penentu keberhasilan.
“Literasi harus tumbuh dari semua lini, tidak hanya di sekolah, tetapi juga di keluarga dan lingkungan masyarakat. Di sinilah peran perempuan menjadi sangat strategis sebagai penggerak utama,” ujar Hafidz, di Jakarta, Senin, 22 April 2026.
Ia menambahkan, penguatan literasi perlu berjalan seiring dengan peningkatan numerasi.
BACA JUGA:KSBSI Girang Sambut RUU PPRT di Momen Hari Kartini: Kemenangan Buruh Perempuan!
Kemampuan memahami bacaan dan mengolah angka menjadi dasar penting dalam membentuk pola pikir kritis dan adaptif, baik bagi siswa laki-laki maupun perempuan.
Sedangkan momentum peringatan Hari Kartini juga dimaknai sebagai dorongan nyata untuk meningkatkan peran perempuan.
Tidak sekadar simbol, tetapi menjadi ruang aktualisasi agar perempuan mampu berkontribusi di bidang pendidikan, ekonomi, hingga kepemimpinan.
Selanjutnya, sebagai langkah konkretBadan Bahasa menggelar lomba penulisan cerita pendek bagi siswa SD hingga SMA.
"Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan budaya menulis sekaligus memperkuat kepercayaan diri, khususnya bagi siswi, dalam menyampaikan gagasan," ungkap Hafidz.
- 1
- 2
- »





