JAKARTA, KOMPAS.com — Ketika lampu-lampu jalan di Manggarai, Jakarta Selatan, mulai menyala dan deru kendaraan semakin ramai dibandingkan siang hari, satu pemandangan justru mencuri perhatian.
Jalur sepeda di Jalan Dr. Saharjo Manggarai yang semestinya menjadi ruang aman bagi pesepeda justru berubah menjadi tempat penampungan sampah (TPS) sementara.
Kantong plastik berwarna-warni, kardus bekas, triplek, hingga sisa makanan terlihat memenuhi lintasan berwarna hijau selebar satu meter tersebut setiap malamnya.
Baca juga: Ironi Jalur Sepeda di Manggarai, Berubah Jadi ‘TPS Dadakan’ Tiap Malam
Ada dua titik jalur sepeda di Jalan Dr. Saharjo yang menjadi TPS setiap malamnya. Titik pertama berada persis di samping Pasaraya Manggarai tepatnya di Jalan Gang Bhakti IV.
Sedangkan titik kedua, jalur sepeda yang menjadi TPS berada persis di depan Halte Bus Manggarai atau Taman Infinia Park.
Belasan tukang sampah juga berbondong-bondong membawa gerobaknya dengan muatan penuh ke dua titik jalur sepeda tersebut setiap malam tiba.
Mereka menunggu sampah-sampah di gerobaknya itu diangkut oleh truk dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jakarta.
Aktivitas pengangkutan sampah tersebut membuat jalur sepeda tertutup dan tidak bisa dilintasi.
Sebab, gerobak sampah dan truk pengangkut parkir persis di sisi kiri jalan yang seharusnya difungsikan sebagai jalur sepeda.
Tak jarang pula, jalur sepeda tersebut dipenuhi sampah yang menumpuk dan beterbangan ketika terkena angin.
Baca juga: Duduk Perkara Bocah Dipukul Ojol Usai Sepedanya Dilindas di Jalur Sepeda
Pesepeda merasa haknya dirampasKondisi jalur yang sering tertutup karena aktivitas pengangkutan sampah membuat pesepeda merasa haknya dirampas.
"Sebenarnya kondisi ini sangat bahaya sih bagi para pesepeda jalur kita diambil, hak kita dirampas," ungkap salah satu pesepeda Dani (27) ketika diwawancarai Kompas.com di lokasi, Selasa (21/4/2026).
Ia mengaku setiap kali melintas di samping Pasaraya Manggarai dan Halte Bus Manggarai terpaksa menggunakan jalur kendaraan umum dan harus bersaing dengan mobil serta sepeda motor.
Pasalnya, jalur sepeda di dua titik tersebut sering kali tertutup total saat aktivitas pengangkutan sampah berlangsung setiap malam.
Dani mengatakan, pada pagi hari jalur sepeda memang sudah kembali bersih dari tumpukan sampah. Namun, masih sering ditemukan sisa air lindi yang membuat permukaan jalur licin dan mengganggu keselamatan.





