68 Kloter Jabar Terbang Bertahap, Kemenhaj Andalkan Skema One Stop Service

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, BANDUNG - Penerbangan perdana jemaah haji Indonesia dijadwalkan berlangsung serentak pada Rabu, 22 April 2026, termasuk bagi jemaah asal Jawa Barat.

Tahun ini Indonesia memperoleh kuota sebanyak 221.000 jemaah haji, dengan alokasi untuk Jawa Barat mencapai 29.643 orang yang terbagi dalam 68 kelompok terbang (kloter). Rinciannya, 28 kloter diberangkatkan melalui Embarkasi Bekasi dan 40 kloter dari Embarkasi Kertajati.

Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Jawa Barat Boy Hari Novian menyatakan pelaksanaan haji 2026 menjadi momentum krusial karena untuk pertama kalinya sepenuhnya dikelola oleh Kementerian Haji dan Umrah, baik di tingkat pusat maupun daerah.

"Ini menjadi penyelenggaraan perdana. Kami berharap dukungan masyarakat agar pelayanan kepada jemaah, khususnya dari Jawa Barat, dapat berjalan optimal," katanya, Selasa (21/4/2026).

Seiring dimulainya operasional haji, Kemenhaj Jabar menekankan pentingnya kesiapan fisik jemaah. Istirahat yang cukup menjadi faktor utama agar jemaah tetap dalam kondisi prima saat memasuki asrama.

"Jemaah sebaiknya mengurangi aktivitas yang tidak mendesak, terutama menjelang keberangkatan. Fokus pada istirahat agar saat masuk asrama dalam kondisi fit," katanya.

Baca Juga

  • Kemenhaj Jabar Hapus Seremonial di Embarkasi demi Jaga Kebugaran Jemaah Haji
  • Indramayu Siapkan Kawasan Industri Perikanan Terintegrasi
  • Ramai Kritik Soal Jalan Diponegoro, Kumuhnya Kawasan Gedung Sate Sepi Kepedulian

Imbauan tersebut berlaku bagi seluruh jemaah yang akan masuk ke Asrama Haji Bekasi maupun Indramayu. Dengan kondisi fisik yang terjaga, diharapkan jemaah mampu menjalani seluruh rangkaian ibadah tanpa kendala berarti.

Jemaah mulai masuk asrama pada 21 April 2026, dengan kloter pertama masing-masing embarkasi diberangkatkan ke Madinah pada 22 April 2026. Kloter awal di Embarkasi Bekasi berasal dari Kota Bekasi, sementara di Kertajati berasal dari Kabupaten Indramayu.

Dari sisi operasional, penerimaan jemaah dilakukan di 2 embarkasi dengan standar layanan yang sama. Kemenhaj Jabar menerapkan skema one stop service, sehingga seluruh kebutuhan administrasi dan logistik jemaah diselesaikan dalam satu titik layanan setibanya di asrama.

"Setibanya di aula, seluruh kelengkapan langsung diberikan. Jemaah tidak perlu berpindah tempat," ujarnya.

Tahun ini juga ditandai dengan penerapan inovasi berupa aktivasi dan distribusi kartu Nusuk kepada jemaah sejak di asrama.

Untuk mengantisipasi kepadatan, jadwal keberangkatan diatur lebih terukur. Embarkasi Bekasi memberangkatkan satu kloter per hari (28 kloter), sedangkan Embarkasi Kertajati dua kloter per hari (40 kloter). Dukungan fasilitas akomodasi dinilai memadai sehingga potensi penumpukan dapat ditekan.

"Fasilitas penginapan dan layanan sudah mencukupi. Jika pun terjadi keterlambatan, tidak akan menimbulkan penumpukan," kata Boy.

Dengan skema tersebut, Kemenhaj Jabar optimistis seluruh rangkaian operasional haji 2026 dapat berjalan lancar dengan layanan yang lebih efisien dan terukur bagi jemaah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lowongan Magang Mahasiswa Aktif di BMKG Juanda Sidoarjo Dibuka, Ini Jurusan yang Dicari
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Cara Keluar dari Masalah Utang secara Bertahap
• 7 jam lalubeautynesia.id
thumb
Tim Hukum Jokowi Pastikan Tak Ada Restorative Justice untuk Roy Suryo dan dr Tifa
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Uji Coba B50 di Kereta Jakarta-Yogyakarta dan Surabaya Dimulai Pekan Depan
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Komunikasi dengan Wardatina Mawa Membaik, Insanul Fahmi Ternyata Sudah Sempat Salat Jumat Bareng sang Putra
• 17 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.