Grid.ID - Dalam kehidupan rumah tangga, membagi peran antara suami dan istri menjadi hal yang penting, terutama ketika keduanya memiliki kesibukan masing-masing. Hal ini juga dialami oleh Anissa Aziza dan suaminya, Raditya Dika, yang tetap berusaha meluangkan waktu untuk keluarga, termasuk dalam urusan memasak.
Anissa menceritakan bahwa kegiatan memasak di rumahnya lebih difokuskan untuk anak. Ia juga menjelaskan bahwa suaminya bisa memasak karena sudah terbiasa dan mengetahui racikan yang cocok untuk keluarga mereka.
“Lebih ke buat anak juga sih. Kebetulan suami saya bukan Chef ya. Kalau suami aku, sebenarnya dibilang jago kayak Chef tuh nggak, tapi karena memang kita sudah mempunyai sesuatu yang spesial yang kita tahu ini bikin jadi enak, suamiku jadi bisa masak,” ujar Anissa Aziza di kawasan Kemanggisan, Jakarta Barat pada Selasa (21/4/2026).
Ia juga menambahkan bahwa sang suami biasanya memasak di waktu-waktu tertentu, terutama ketika memiliki waktu luang di tengah kesibukannya.
“Tapi di waktu-waktu tertentu kayak misalnya karena suamiku sibuk, jadi kalau misalnya ada weekend atau waktu yang lumayan leluasa, dia masakin kita semua,” lanjutnya.
Dalam kesempatan yang sama, Anissa menegaskan bahwa keluarga tetap menjadi prioritas utama. Meskipun digandrungi oleh berbagai kesibukannya, Anissa tetap memprioritaskan keluarganya terlebih dahulu.
“Gimana ya, yang namanya sudah berkeluarga kan prioritasnya pasti nomor satu keluarga dulu. Walaupun kita juga masih tetap pengen lakuin semua passion yang kita pengen lakukan atau pekerjaan-pekerjaan,” jelasnya.
Ia kemudian menggambarkan rutinitasnya di pagi hari yang lebih banyak difokuskan untuk keluarga sebelum memulai pekerjaan lainnya.
“Tapi pagi-pagi sudah pasti nomor satu keluarga; ngurusin suami, anak, habis itu baru tuh ngurusin urusan kerjaan kita atau ngurusin rumah dulu,” katanya.
Menurut Anissa, sarapan menjadi bagian penting dalam keseharian keluarganya. Ia menyebut bahwa sarapan adalah dasar sebelum memulai aktivitas, sehingga harus tetap diperhatikan meskipun waktu terbatas.
“Nah, yang paling penting itu biasanya kan sarapan ya, karena sarapan itu pondasi sebelum berkegiatan,” ujarnya.
Namun, ia juga mengakui bahwa memasak bukan keahliannya, sehingga ada tantangan tersendiri dalam menyiapkan makanan untuk keluarga, terutama di pagi hari.
“Tapi itulah struggle-ku, di mana aku kan bukan expert di bagian masak, tapi yang namanya ibu sudah kecemplung mau nggak mau harus bisa,” ungkapnya.
Meski demikian, ia tidak menuntut hasil yang sempurna. Baginya, yang terpenting adalah makanan yang disajikan tetap memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga, khususnya anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.
“Nggak harus perfect, tapi yang penting gimana caranya secara nutrisi itu baik untuk keluarga aku. Itu nomor satu karena kan anakku masih masa-masa tumbuh, lagi sekolah juga,” lanjutnya.
Selain itu, ia juga berusaha memastikan makanan yang disajikan tetap enak agar anaknya semangat untuk makan. Di tengah keterbatasan waktu, Anissa mengaku tantangan terbesarnya adalah menyiapkan makanan yang cepat dibuat namun tetap enak dan bergizi.
“Tapi gimana caranya supaya makanannya tuh tetap enak, jadi anak tuh semangat juga makannya,” tambahnya.
“Itu struggle aku gimana caranya supaya cepat tapi tetap enak, tapi waktunya benar-benar mepet,” tutupnya.(*)
Artikel Asli




