Begini Nasib Siswa SMAN 1 Purwakarta usai Viral, Dinas Pendidkan Jabar Layangkan Dua Sanksi Tegas

tvonenews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvonenews.com- Dinas pendidikan Jawa Barat memastikan adanya sanksi diberikan untuk siswa yang bermasalah di SMAN 1 Purwakarta. Beberapa murid viral acung jari tengah ke guru.

Dedi Mulyadi di SMAN 1 Purwakarta
Sumber :
  • YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL

Perilaku dari siswa SMAN 1 Purwakarta yang viral itu, ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik), Purwanto tidaklah terpuji. Sebab seakan mengolok atau bully guru.

Tentunya, hal tersebut sangat dilarang dalam dunia pendidikan. Purwanto pun melayangkan sanksi tegas kepada mereka.

Sanksi yang diberikan, tetap melibatkan para orang tua dari masing-masing siswa yang bermasalah.

Menurutnya sanksi skorsing yang sebelumnya tersiarkan dan diberikan sekolah tidak berlaku. Sehingga nasib para siswa tetap bisa mengikuti kegiatan belajar dan mengajar (KBM).

Dinas Pendidikan Jabar Ungkap Ada Dua Sanksi yang Dijalankan Siswa SMAN 1 Purwakarta, Pastikan KBM Berjalan
Sumber :
  • jabarprov

"Sanksinya bukan sekadar hukuman, tetapi pembinaan. Mereka tetap berada dalam ekosistem pendidikan,” ujarnya, dijutip dikutip dari Jabarprov, Rabu (22/4).

Lebih lanjut, Purwanto memastikan para siswa yang acung jari tengah akan diberi sanksi selama 3 bulan lamanya di lingkungan sekolah.

Para siswa juga disebutkan akan menjalani pembinaan selama tiga bulan melalui kegiatan sosial, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

"Selama proses tersebut, mereka tetap mengikuti pembelajaran dan mendapatkan pendampingan intensif dari guru serta psikolog," ungkap Kadisdik.

Sanksi selama 3 bulan tersebut adalah, siswa diharuskan mengikuti kegiatan sekolah dan kegiatan sosial di masyarakat.

Tentunya ini bagian dari pembelajaran bersama, agar siswa sekolah diharapkan bisa menjaga perilakunya.

Bukan hanya itu, para siswa juga akan didampingi dengan ahli atau psikologi untuk melihat perkembangannya selama masa hukuman berjalan.

"Jadi selama proses tersebut, mereka tetap mengikuti pembelajaran dan mendapatkan pendampingan intensif dari guru serta psikolog," ungkap Kadisdik.

Purwanto mengatakan, jika peristiwa yang viral di media sosial kemarin, dipicu dinamika saat pembelajaran berlangsung.

Namun tindakan para siswa dilakukan secara sengaja. Sehingga ada sanksi sosial yang diterim

Purwanyo juga memastikan, Sekolah juga diminta untuk melibatkan wali murid. Sehingga orang ta masing-masing anak terkait bisa tahu perkembangan anaknya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Minyak Goreng di Pasar Naik Drastis, Ini Jawaban Kemendag
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Elvira Lianita Raih Puspa Adidaya 2026, Perempuan yang Dorong Perubahan Nyata di Bidang Industri
• 48 menit lalukompas.tv
thumb
Joko Anwar Bawa Ghost in the Cell Tembus 1 Juta Penonton di Hari Kartini
• 14 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Respons Iran Usai Trump Umumkan Sepihak Perpanjangan Gencatan Senjata
• 7 jam laludetik.com
thumb
Pengunaan Kemasan Plastik Capai 48%, Kemenperin Dorong Beralih ke Kertas
• 16 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.