Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan hari ini Rabu (22/4/2026), seiring pelaku pasar yang masih mencermati perkembangan sentimen global dan arah kebijakan suku bunga bank sentral utama.
Berdasarkan data analisis Doo Financial Futures hingga pukul 09.10, Rupiah dibuka melemah 21 poin atau sebesar 012% ke level Rp17.164.
Pelemahan mata uang Garuda terhadap dolar AS ini sejalan dengan depresiasi sejumlah mata uang Asia Tenggara lainnya, yakni peso Filipina yang melemah 0,25%, rupee Indi turun sebesar 0,40%, dan ringgit Malaysia turun 0,11%, dan dolar Hong Kong melemah 0,02%.
Sementara mata uang Asia lainnya yen Jepang terhadap dolar AS cenderung menguat 0,07%, won Korea Selatan menguat 0,21%, dolar Singapura yang turut menguat terhadap dolar AS 0,12%, dan baht Thailand menguat 0,05%.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan nilai tukar rupiah bergerak terbatas atau cenderung datar pada perdagangan hari ini, di tengah sikap pelaku pasar yang menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia serta perkembangan terbaru konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Rupiah diproyeksikan bergerak dalam rentang Rp17.100–Rp17.200 per dolar AS, mencerminkan kondisi pasar yang masih diliputi ketidakpastian. Investor saat ini memilih bersikap wait and see menjelang pengumuman kebijakan suku bunga oleh Bank Indonesia pada sore hari ini.
Baca Juga
- Proyeksi Hasil RDG April 2026: BI Rate Ditahan Demi Jaga Rupiah?
- Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Rabu 22 April 2026
- Rupiah Ditutup Menguat Sentuh Rp17.131 per Dolar AS
Dari eksternal, sentimen pasar terpantau beragam. Di satu sisi, perpanjangan gencatan senjata antara AS dan Iran memberikan sedikit ruang bagi meredanya ketegangan global. Namun di sisi lain, sikap Iran yang dilaporkan menolak kembali ke meja perundingan membuat ketidakpastian tetap tinggi.





