JAKARTA, DISWAY.ID - PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk atau MPMX meluncurkan program transplantasi terumbu karang di Desa Pasir Putih, Pulau Messah, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Hal ini sejalan dengan komitmennya dalam implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) .
Program ini merupakan bagian dari inisiatif MPM Green Action 2026 yang fokusnya terhadap pelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat di wilayah operasional perusahaan.
"Melalui program transplantasi terumbu karang ini, MPMX tidak hanya berupaya menjaga ekosistem laut, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan," kata GM Corporate Communication & Sustainability Natalia Lusnita dalam keterangan resminya, dikutip Rabu, 22 April 2026.
Natalia Lusnita menyebut programnya dirancang untuk memberikan dampak yang lebih terukur dan berkelanjutan.
BACA JUGA:Bank Sampah Binaan MPMX Sabet Juara Terbaik, Sulap Limbah Jadi Nilai Rupiah
Peran Terumbu Karang dalam Ekosistem LautTerumbu karang dikenal sebagai salah satu ekosistem paling penting di laut.
Perannya sangat strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.
Tidak hanya menjadi habitat berbagai biota laut, namun juga berkontribusi dalam melindungi garis pantai dari abrasi, serta mendukung sektor perikanan dan pariwisata bahari.
Wilayah NTT dikenal memiliki potensi unggulan di sektor pariwisata bahari, di mana keberadaan terumbu karang menjadi faktor kunci dalam menunjang keberlanjutan lingkungan sekaligus sumber penghidupan masyarakat pular dan pesisir.
BACA JUGA:Hadapi Tren Penurunan Penjualan Motor, Ini Strategi MPMX Jaga Laba Rp249 Miliar
"Kami melihat masih terdapat aspek lingkungan lain yang perlu mendapatkan perhatian, sekaligus memiliki potensi untuk dikembangkan dalam mendukung perekonomian masyarakat," tutur Natalia Lusnita.
MPMX Ungkap Pemilihan Pulau Messah Jadi LokasiProgram transplantasi terumbu karang diawali dengan kegiatan solaturahmi yang diadakan bersama Kepala Desa Pasir Putih Labuan Bajo, tokoh masyarakat, dan perwakilan warga setempat.
Natalia Lusnita mengungkapkan Pulau Messah dipilih berdasarkan hasil rekomendasi dan koordinasi dengan Balai Taman Nasional Komodo.
Pulau menjadi salah satu lokasi mengalami kerusakan terumbu karang yang signifikan dan memiliki peran pending dalam kelestarian ekosistem di Taman Nasional Komodo.
- 1
- 2
- »





