Gejolak Hormuz Jadi Lonceng Kematian Ekonomi Modern, ini Rahasia Bertahan saat Timur Tengah Membara

republika.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Oleh: KH Bachtiar Nasir, Ketua Umum Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dunia sedang bergerak menuju fase yang kian penuh ketidakpastian. Di tengah hiruk-pikuk isu domestik dan euforia angka-angka pertumbuhan, umat sesungguhnya tengah berhadapan dengan ancaman yang lebih mendasar: rapuhnya fondasi ekonomi global yang selama ini dijadikan sandaran.

Gejolak di Selat Hormuz dan Selat Malaka tidak dapat dipandang sekadar sebagai ketegangan kawasan atau gangguan teknis pelayaran. Ia adalah isyarat bahwa urat nadi perdagangan dunia dapat terguncang sewaktu-waktu, dan ketika itu terjadi, yang pertama kali merasakan dampaknya adalah rakyat.

Baca Juga
  • Tak Tahan Lagi, Industri Eropa Terancam Mati Jika Tak Segera Deraskan Impor Minyak Rusia
  • Hungaria Murka: Ukraina Didesak Alirkan Minyak Rusia, Zelensky Dituding Mainkan Politik Energi Eropa
  • Analis Rusia: Perang Iran adalah Kekalahan Terbesar AS Sepanjang Sejarah

Dalam lanskap seperti ini, persoalannya bukan lagi semata pada naik atau turunnya harga energi, melainkan pada pertanyaan yang jauh lebih hakiki: sejauh mana sebuah negeri sanggup melindungi pangan, harta, dan kehidupan masyarakatnya ketika sistem global kehilangan kestabilan? Pada titik itulah, isu ketahanan logistik, cadangan pangan, dan kepemilikan aset riil kembali memperoleh makna strategis.

Tekanan yang terjadi di dua jalur maritim terpenting dunia menunjukkan betapa mudahnya ekonomi internasional terguncang oleh konflik, rivalitas kawasan, dan ketergantungan yang berlebihan pada rantai pasok global. Ketika distribusi energi tersendat, ongkos pengiriman melonjak, dan arus perdagangan kehilangan kelancaran, dampaknya tidak berhenti di ruang perdagangan internasional.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Ia menjalar ke harga kebutuhan pokok, biaya produksi, daya beli rakyat, bahkan stabilitas sosial. Dalam situasi seperti ini, emas dan perak kembali dibicarakan sebagai aset pelindung nilai, sementara ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi tampil sebagai agenda yang tidak lagi bisa ditunda.

Hormuz dan ancaman terhadap stabilitas energi

Selat Hormuz adalah salah satu simpul paling penting dalam arsitektur energi global. Setiap gangguan di kawasan ini akan langsung dibaca pasar sebagai ancaman terhadap pasokan, biaya logistik, dan kestabilan harga.

Ketika jalur ini memasuki fase berisiko tinggi, yang bergerak bukan hanya kapal tanker, melainkan juga kecemasan pasar, kenaikan premi, dan bayang-bayang inflasi yang menekan negara-negara importir.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Disclaimer: Pandangan yang disampaikan dalam tulisan di atas adalah pendapat pribadi penulisnya yang belum tentu mencerminkan sikap Republika soal isu-isu terkait.
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tersangka Kasus Longsor Sampah Bantargebang Bisa Bertambah, Pejabat DKI Terancam
• 16 jam lalukatadata.co.id
thumb
Profil Pangkopassus Letjen TNI Djon Afriandi, Jenderal Kopassus Peraih Adhi Makayasa Akmil 1995
• 8 jam lalurctiplus.com
thumb
Sejalan dengan Dedi Mulyadi, Kadisdik Jawa Barat akan Beri Sanksi Selama 3 Bulan pada Siswa SMAN 1 Purwakarta
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Tuan rumah IBL All-Star terbuka untuk kota di luar Jakarta dan Bandung
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Harga Solar Non Subsidi Naik, Penjualan Mobil Diesel Bakal Bekas Turun 40%
• 11 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.