Jakarta, tvOnenews.com- Pemain timnas Indonesia U20, Fadly Alberto memberikan pernyataan singkat, seusai dirinya viral di media sosial karena tendangan kungfu.
- Instagram @smgfootball
Fadly Alberto mengaku siap untuk bertanggung jawab atas tindakannya waktu lalu, hingga menuai banyak komentar. Pelatih Nova Arianto pun menyayangkan tindakan anak asuhnya tersebut.
Dalam keterangannya, Fadly Alberto yabg yang merupakan pemain muda itu siap menerima sanksi sari komite disiplin (Komdis) PSSI. Setelah menendang salah satu pemain Dewa United.
Tendangan Alberto itu, mengenai area wajah dari pemain Rakha Nurkholis. Kasus ini disebutkan masih diselidiki oleh pihak PSSI dan pelatih Nova Arianto.
- dok.kolase tvOnenews.com/Instagram @albrtoo_10/@smgfootball
"Assalamualaikum wr wb dengan sadar saya memohon maaf dan menyesal atas perbuatan bodoh saya saat melawan Dewa United Banten FC U-20," ucap Fadly Alberto Hengga dikutip dari Instagram pribadinya pada Selasa (21/4).
Kemudian, Alberto pemain kelahiran Timika itu juga meminta maaf kepada timnas Indonesia. Sebab sudah mencoreng nama baik.
"untuk tim Bhayangkara Presisi Lampung FC, saya minta maaf kepada pimpinan dan manajemen Bhayangkara Presisi Lampung FC dan seluruh jajaran pelatih dan rekan setim karena telah merugikan tim," sambung Fadly.
Sehubungan dengan sanksi pemain kelahiran 2008 itu, sudah akui tendangan kungfunya adalah tindakan bodoh. Terjadi dalam ajang EPA U-20 musim 2025/2026 yang berlangsung di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4).
"Kepada masyarakat Indonesia saya meminta maaf atas kegaduhan akibat tindakan saya," kata Fadly menambahkan, dalam akunnya @albrtoo_10.
Sejauh ini, pihak PSSI belum mengumumkan sanksi Fadly Alberto secara resmi seperti apa. Namun nasibnya dirumorkan berada diujung tanduk.
Jika merangkum informasi dari laman ligaindonesiabaru. Jika dalam penentuan hukuman dari kasus ada beberapa tahapnya.
Berikut alur pemberian sanksi oleh Komdis PSSI, dimulai dari:1. Ada Pelanggaran Terjadi, sehingga setiap pelanggaran yang dilakukan oleh klub, pemain, ofisial, atau pihak terkait dalam pertandingan akan dicatat dan dilaporkan oleh match commissioner.




