Purbaya: Restrukturisasi Whoosh Rampung, Pemerintah Segera Umumkan Skemanya

katadata.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan skema restrukturisasi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh telah rampung. Pemerintah akan segera mengumumkan detailnya secara resmi. 

“Sudah, sudah kelar tinggal diumumkan,” ujar Purbaya usai memberikan sambutan  dalam acara Simposium PT SMI di Ayana Midplaza, Jakarta Pusat, Rabu (22/4). 

Ia menjelaskan, keputusan terkait restrukturisasi tersebut sudah final, termasuk kesepakatan dengan pihak Cina sebagai mitra dalam proyek ini. Ia juga telah menyampaikan perkembangan tersebut saat bertemu Menteri Keuangan Cina. 

"Kemarin saya ketemu Menteri Keuangan Cina, saya sudah diputuskan tinggal diumumkan. Jadi pihak Cina nggak usah khawati," ujarnya.

Ia menegaskan kepada mitra Cina bahwa  Indonesia berkomitmen menjaga kredibilitas dalam kerja sama internasional dan tidak akan menyimpang dari kesepakatan yang telah dibuat. Meski demikian, ia masih enggan menjabarkan detail dari skema restrukturisai tersebut. 

Pengumuman resmi, menurut Purbaya, akan disampaikan oleh Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono dalam waktu dekat.

Sebelumnya, proyek yang dikelola oleh KCIC ini sempat mengalami pembengkakan biaya dan persoalan koordinasi antarinstansi. Restrukturisasi dilakukan untuk memastikan keberlanjutan proyek serta pembagian beban antara Indonesia dan Cina tetap terjaga.

Purbaya juga menyebut skema baru akan mencerminkan prinsip berbagi risiko antara kedua pihak, mengingat investasi dilakukan secara bersama.

“Kalau ada loss, ya sama-sama. Kita berapa persen, mereka berapa persen,” ujarnya.

Purbaya saat memberikan sambutan sempat menyinggung penyebab pembengkakan anggaran sejumlah proyek infrastruktur seperti Whoosh dan LRT. Pembengkakan anggaran, menurut dia, terjadi karena tidak adanya pengawasan yang baik dalam proses pembangunan kedua proyek tersebut.

"Itu sebetulnya programnya bagus, proyeknya bagus. Cuma tidak diawasi sehingga ketika ada masalah, tidak ada yang menangani. Akhirnya terjadi cost overrun berpuluh triliun rupiah,” ujarnya. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Srikandi dari Timur: Kiprah Perempuan Kawal Keselamatan-Sosial di Industri Nikel
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Pelajar di Serdangbedagai Tewas Dikeroyok, Ibu Korban Minta Pelaku Dihukum Mati
• 6 jam lalurctiplus.com
thumb
Harga CPO-Batu Bara Kompak Menguat, Timah Anjlok 1,49 Persen
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Viral! Tertangkap Basah Mau Curi Uang di Toko, Wanita Ini Mendadak Lepas Celana dan Akting Jadi ODGJ
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
Transisi Energi Digenjot, PLTS Diprioritaskan Gantikan Diesel
• 15 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.