Seorang pria Florida, Amerika Serikat yang telah menghabiskan 35 tahun di penjara usai divonis mati karena pembunuhan tetangganya, akhirnya dieksekusi mati. Napi tersebut disuntik mati pada hari Selasa (21/4) waktu setempat.
Chadwick Willacy (58) dinyatakan meninggal pada pukul 18.15 (2215 GMT) di penjara negara bagian di Raiford, kata Departemen Pemasyarakatan Florida dalam sebuah pernyataan, dilansir kantor berita AFP, Rabu (22/4/2026).
Willacy dijatuhi hukuman mati pada tahun 1991 karena pembunuhan tetangganya, Marlys Sather (56), pada tahun sebelumnya selama perampokan di rumahnya.
Sejauh ini, delapan eksekusi mati telah dilakukan di Amerika Serikat tahun ini -- lima di Florida, dua di Texas, dan satu di Oklahoma.
Ada 47 eksekusi mati di Amerika Serikat tahun lalu, terbanyak sejak 2009, ketika 52 orang dieksekusi mati.
Florida melakukan eksekusi terbanyak pada tahun 2025, dengan 19 eksekusi mati, diikuti kemudian oleh Alabama, South Carolina dan Texas, masing-masing dengan lima eksekusi mati.
Sebanyak 39 eksekusi mati tahun lalu dilakukan dengan suntikan mematikan.
Tiga eksekusi mati dilakukan dengan regu tembak dan lima eksekusi dengan hipoksia nitrogen, yang melibatkan pemompaan gas nitrogen ke dalam masker wajah, menyebabkan narapidana mati lemas.
(ita/ita)





