JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak dapat menjadi satu-satunya motor pembangunan nasional. Sebab, porsi belanja pemerintah dalam perekonomian relatif kecil, sehingga peran sektor swasta menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan.
“Pemerintah tidak bisa membangun semuanya. Belanja pemerintah hanya sekitar 10 persen dari PDB, sisanya private sector,” kata Purbaya dalam acara simposium PT SMI di Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Purbaya mengatakan, keterbatasan itu membuat pemerintah harus mengubah pendekatan pembangunan, dari yang sebelumnya bertumpu pada APBN, menjadi lebih kolaboratif dengan melibatkan investasi swasta.
Baca Juga: Purbaya Ultimatum Anak Buahnya: Kalau Saya Suruh Enggak Dikerjakan, Siap-Siap Angkat Koper
Pemerintah pun mendorong skema pembiayaan campuran atau blended finance, serta kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).
“Karena itu kita dorong blended finance atau public private partnership. APBN menjadi katalis, bukan pemain utama,” ucapnya.
Strategi tersebut bertujuan menciptakan efek crowding in, yakni menarik partisipasi swasta lebih besar dalam pembangunan.
Baca Juga: Purbaya Ungkap Biaya Logistik RI Masih Tinggi, Harga Barang Mahal, Daya Saing Turun
“Kalau satu rupiah APBN bisa menarik tiga sampai empat rupiah swasta, itu strategi pembangunan yang kita kejar,” ujar mantan Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu.
Namun, Purbaya menekankan keberhasilan pendekatan ini sangat bergantung pada kesiapan proyek serta kualitas eksekusi di lapangan.
Penulis : Dina Karina Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- apbn
- private sektor
- pembiayaan proyek swasta
- purbaya yudhi sadewa




