Bisnis.com, JAKARTA — PT BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) mengarahkan strategi bisnis 2026 dengan menitikberatkan pada penguatan segmen investor ritel seiring pertumbuhan pesat basis investor domestik dalam beberapa tahun terakhir.
Plt. Direktur Utama BRIDS Fifi Virgantria mengatakan, perseroan akan memperkuat kanal digital dan mengembangkan produk berbasis teknologi untuk menangkap peluang dari meningkatnya partisipasi investor ritel di pasar modal.
Menurutnya, segmen ritel akan tetap menjadi motor utama pertumbuhan bisnis brokerage, terutama melalui platform online yang terus menunjukkan ekspansi signifikan.
“Segmen ritel menjadi kontributor utama, khususnya melalui platform digital yang terus berkembang,” ujarnya dalam siaran pers, Rabu (22/4/2026).
Selain itu, BRIDS juga akan mendorong pengembangan produk yang mampu menghasilkan pendapatan berulang (recurring income), termasuk optimalisasi fasilitas marjin.
Perseroan turut memanfaatkan sinergi dalam ekosistem PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) untuk memperluas distribusi dan meningkatkan literasi investasi masyarakat.
Baca Juga
- BEI Buka Suara Soal HSC Saham Demi Transparansi Pasar, Ini Rinciannya
- Efektif Mei 2026 BEI Perketat Kriteria Saham Indeks IDX80
- Berlaku Mei 2026, BEI Saring Saham HSC dari IDX30, LQ45 hingga IDX80
Strategi tersebut didukung oleh capaian kinerja sepanjang 2025. BRIDS mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 23% serta lonjakan laba operasional lebih dari 200% secara tahunan.
Bisnis brokerage masih menjadi kontributor terbesar dengan porsi sekitar 54% terhadap total pendapatan. Dari segmen tersebut, investor ritel mendominasi hingga 52%, seiring pertumbuhan kanal online retail yang melonjak hingga 156% secara tahunan.
Di sisi lain, pertumbuhan investor domestik terus berlanjut. Data Kustodian Sentral Efek Indonesia mencatat jumlah investor mencapai 20,32 juta single investor identification (SID) pada akhir 2025 atau tumbuh sekitar 37% secara tahunan, yang sebagian besar berasal dari investor ritel.
Fifi menilai, BRIDS melihat prospek segmen ritel masih akan menjadi penopang utama pertumbuhan industri sekuritas, meskipun persaingan kian ketat di tengah agresivitas pelaku industri dalam mengembangkan platform digital.
Dengan fokus pada digitalisasi dan penguatan basis investor ritel, perseroan optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan kinerja pada 2026 sekaligus memperdalam penetrasi pasar domestik.





