Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Direktorat Jenderal Imigrasi menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Kesiapan ini merupakan tindak lanjut dari pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Haji yang diinisiasi bersama lintas kementerian dan Kepolisian RI guna memberantas praktik haji ilegal.
Seluruh jajaran petugas imigrasi di bandara embarkasi dan debarkasi telah disiagakan untuk memberikan pelayanan optimal kepada jemaah haji Indonesia. Di sisi lain, pengawasan juga diperketat sebagai langkah preventif terhadap potensi keberangkatan calon jemaah non-prosedural.
Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, menegaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan seluruh unit kerja di bandara embarkasi untuk mengutamakan pelayanan terbaik sekaligus meningkatkan kewaspadaan.
"Kami berkomitmen memberikan layanan terbaik bagi jemaah haji, sekaligus memperketat pengawasan terhadap calon jemaah non-prosedural sebagai bentuk perlindungan kepada masyarakat dari praktik ilegal," ujar Hendarsam dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Rabu, 22 April 2026.
Layanan keimigrasian tahun ini mencakup 14 bandara embarkasi utama di Indonesia, mulai dari Banda Aceh hingga Yogyakarta.
Untuk menunjang kelancaran proses keberangkatan dan kepulangan sekitar 221.000 jemaah, Imigrasi telah menyiapkan personel serta infrastruktur pendukung, termasuk fasilitas autogate di sejumlah bandara dengan volume tinggi seperti Kualanamu, Soekarno-Hatta, dan Juanda.
Selain itu, Imigrasi juga menerapkan sistem pengawasan melalui aplikasi Subject of Interest (SOI). Jemaah yang terindikasi non-prosedural dan ditunda keberangkatannya akan dimasukkan ke dalam sistem tersebut guna mencegah upaya keberangkatan melalui bandara lain.
Berdasarkan jadwal, keberangkatan jemaah gelombang pertama menuju Madinah dimulai pada 22 April hingga 6 Mei 2026. Sementara itu, gelombang kedua dijadwalkan berangkat ke Jeddah pada 7 hingga 21 Mei 2026.
Kemudian, Hendarsam menekankan bahwa sinergi antarinstansi menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan haji tahun ini. Ia juga memastikan seluruh proses pemeriksaan dokumen berjalan efisien sesuai ketentuan yang berlaku.
Di akhir pernyataannya, Imigrasi mengimbau masyarakat untuk tidak tergiur tawaran berangkat haji melalui jalur ilegal.
"Gunakan jalur resmi yang telah ditetapkan pemerintah agar ibadah dapat berjalan aman, nyaman, dan sah secara hukum," tutupnya.
Editor: Redaktur TVRINews





