Nelayan Lombok Mengungkap Perang Bawah Laut?  Sensor Mata-mata Tiongkok Ditemukan

erabaru.net
7 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Baru-baru ini, seorang nelayan Lombok menemukan sebuah benda mirip torpedo di salah satu jalur laut dalam paling strategis di dunia. Setelah diperiksa, benda tersebut ternyata adalah perangkat sensor mata-mata bawah air yang diduga dipasang secara diam-diam oleh Tiongkok, memicu kehebohan publik.

Perangkat hitam yang ditemukan nelayan pada 6 April itu kemudian dikonfirmasi sebagai sensor bawah air untuk kegiatan intelijen. Alat ini dipasang di dasar laut dan secara terus-menerus mengumpulkan data seperti suhu, kedalaman, arus laut, dan suara. Data tersebut kemudian dikirim kembali ke daratan melalui pelampung komunikasi.

Meski penyelidikan masih berlangsung, dipastikan bahwa sensor ini memiliki tujuan militer, termasuk untuk mendeteksi aktivitas kapal selam negara lain sehingga dapat dilacak saat terjadi konflik.

Berdasarkan gambar yang dirilis Angkatan Laut Indonesia, perangkat ini memiliki panjang sekitar 3,7 meter dengan diameter 70 cm, dan bertuliskan “710 Research Institute” dari China State Shipbuilding Corporation.

Selat Lombok memiliki kedalaman minimal sekitar 250 meter dan lebar tersempit sekitar 18 km. Selain menjadi jalur alternatif bagi Selat Malaka, selat ini juga merupakan rute penting bagi Angkatan Laut Australia menuju Laut Tiongkok Selatan dan kawasan Selat Taiwan, sehingga termasuk salah satu jalur laut dalam paling strategis di dunia.

Selain itu, Selat Lombok bukanlah laut internasional bebas, melainkan termasuk wilayah perairan Indonesia. Pemasangan perangkat mata-mata bawah laut secara diam-diam di wilayah ini diduga melanggar hukum internasional.

Reporter NTD Television, Ren Hao, melaporkan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penjelasan Menlu soal Kapal Perang AS di Selat Malaka
• 6 jam laluliputan6.com
thumb
IHSG Sesi 1 Turun 0,20% ke 7.544,36, Rupiah Melemah ke Rp 17.181 per Dolar AS
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp50.000 per Gram
• 13 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Hakim PN Medan Menolak Praperadilan Kasus Kayu Ilegal, Status Tersangka Dinyatakan Sah
• 34 menit lalutvonenews.com
thumb
Undana-ATSEA riset konservasi dugong di Laut Timor
• 13 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.