Dikelabui Jurnalis Menyamar, Pejabat Nuklir AS Bocorkan Informasi Rahasia hingga Pembunuhan Pemimpin Iran

okezone.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA - Seorang pejabat penjaminan nuklir Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah dibebastugaskan sementara setelah rekaman rahasia yang dipublikasikan oleh kelompok media milik James O’Keefe menunjukkan dirinya membahas informasi sensitif. Informasi tersebut mencakup postur nuklir, senjata kimia, rencana tindakan militer AS di Iran, hingga isu korupsi di Ukraina.

Rekaman ini merupakan bagian dari investigasi O’Keefe yang mengirim wartawan untuk bertemu langsung dengan target guna merekam percakapan secara jujur. Subjek pengungkapan terbaru O’Keefe ini diidentifikasi sebagai Andrew Hugg, Kepala Penjaminan Nuklir dan Kimia Angkatan Darat AS—sebuah peran yang terkait dengan pengawasan keselamatan, bukan komando langsung atas aparat nuklir AS.

Dalam video rahasia tersebut, Hugg terlihat berbicara di sebuah restoran umum mengenai proses pengambilan keputusan peluncuran nuklir. Ia mengklaim bahwa AS masih memiliki senjata agen saraf, merujuk pada seorang ahli kimia Angkatan Darat AS yang diduga terpapar agen kimia, dan mengomentari kemungkinan pembunuhan calon pemimpin tertinggi Iran berikutnya.

Baca Juga :
Rusia Peringatkan AS-Israel: Situs Nuklir di Iran Tak Boleh Jadi Target Serangan!

“Jika dia (calon Pemimpin Tertinggi, Mojtaba Khamenei) tidak mengubah perilakunya, ya, mereka akan membunuhnya,” katanya sebagaimana dilansir RT. Hugg mengesampingkan potensi korban sipil dan anak-anak di Iran dengan menyebutnya sebagai “kerusakan tambahan” (collateral damage).

Hugg juga menguraikan detail postur nuklir AS dan menggambarkan proses pengambilan keputusan yang sangat cepat. Ia mengibaratkan bahwa peluncuran dapat dipicu bahkan jika pesan datang dari sumber yang tak terduga, asalkan lolos semua verifikasi protokol.

Selain itu, Hugg mengklaim pernah tinggal di Ukraina dan secara pribadi menyaksikan pejabat Kyiv menyalahgunakan dana pajak dari AS sejak era pemerintahan Obama. “Pemerintah itu sangat korup, mereka mencuri uang kita untuk membeli rumah dan mobil mewah seharga ratusan ribu dolar. Mereka hanya peduli pada kekayaan pribadi di Dubai dan tidak peduli dengan rakyatnya,” tuturnya.

Baca Juga :
Trump Tak Akan Buka Blokade Selat Hormuz Sampai Kesepakatan dengan Iran Tercapai

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Resmi! Ini Daftar Baru Harga LPG 3 Kg, 5,5 Kg-12 Kg, Berlaku 22 April
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
PT Adaro Andalan (AADI) Mau Buyback Saham Rp 5 Triliun
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Jelang Putusan Perkara Rp119 Triliun, CMNP Minta Pengawasan Persidangan
• 10 jam laludisway.id
thumb
Reaksi Eks Bos PSIS soal Tendangan Kung Fu Fadly Alberto: Jangan Menormalisasi Kekerasan, Tirulah Cristiano Ronaldo!
• 22 jam lalubola.com
thumb
Rayakan Hari Kartini di Sorong, Wapres Gibran Traktir 100 Mama Papua Belanja Kebutuhan Pokok
• 17 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.