Kemenkeu Wacanakan Pungutan Pajak Jalan Tol, Ini Saran dari Waketum MUI

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (Waketum MUI) Buya Anwar Abbas menanggapi wacana Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang berencana memungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas jasa jalan tol.

Buya Anwar mengatakan, jika pemerintah ingin meningkatkan pendapatannya, salah satunya bisa dilakukan dengan menaikkan pajak, termasuk pajak jalan tol. Meski demikian, dia mengungkapkan, upaya menaikkan pajak tentu akan bisa berdampak terhadap meningkatnya inflasi.

Baca Juga
  • Larangan Jilbab di Austria tak Sesuai dengan Konstitusi
  • Depresi Ditinggal Istri Kawin Lagi, Jajat Ditemukan Tewas Tenggelam di Danau Cipatat
  • Jamaah Haji Indonesia Disambut Rebana dan Air Zamzam
"Dan jika inflasi meningkat maka harga barang-barang tentu akan meningkat, dan jika harga barang-barang meningkat tentu daya beli masyarakat akan menurun," kata Buya Anwar kepada Republika, Rabu (22/4/2026)

Pengamat sosial, ekonomi dan keagamaan ini menyampaikan, semua warga tahu harga barang-barang dan jasa akibat perang teluk antara Amerika Serikat (AS) dan Israel memerangi Iran, sudah mulai merangkak naik. Daya beli masyarakat sudah mulai tertekan. 

.rec-desc {padding: 7px !important;} Buya Anwar menambahkan, jika di tengah-tengah situasi seperti itu pemerintah ingin menaikkan pajak jalan tol, maka kebijakan tersebut akan mendorong naiknya biaya distribusi logistik. Menurut dia, hal tersebut akan berdampak terhadap harga bahan-bahan pokok dan barang-barang lainnya mengingat banyak barang didistribusikan lewat jalan darat. Pada beberapa titik,mereka akan melalui jalan tol.

Sejumlah kendaraan pemudik melaju saat penerapan skema satu arah di Jalan Tol Trans Jawa ruas Semarang-Batang KM 414, Semarang, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (24/3/2026). - (ANTARA FOTO/Makna Zaezar)

"Mungkin saja untuk menghindari biaya jalan tol yang meningkat, truk-truk pengangkut barang tersebut akan mengalihkan jalur perjalanan mereka melalui jalan nasional tetapi hal demikian jelas tidak akan kurang bermasalahnya karena ujung-ujungnya jalan nasional akan macet sehingga waktu tempuh kendaraan mereka  semakin lama dan hal demikian jelas akan meningkatkan kebutuhan  terhadap BBM, padahal kita tahu harga BBM sejak tanggal 18 April sudah naik,"kata dia.

Oleh karena itu, Buya Anwar mengingatkan, peningkatan pajak jalan tol dalam jangka pendek memang akan bisa menaikkan penerimaan negara, tetapi dalam jangka menengah dan panjang mengingat pertumbuhan ekonomi akan melambat. Secara umum, ujar dia, jumlah penerimaan pajak yang bisa dipungut oleh negara akan menurun.

"Hal ini terjadi karena dunia usaha akan lesu dan itu tentu jelas tidak baik bagi kita semua, baik bagi pemerintah maupun bagi rakyat," kata dia.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Daftar Bandara Indonesia yang Layani Fast Track Haji 2026
• 5 jam laludetik.com
thumb
Harga Pangan Sumsel Rabu (22/4/2026): Cabai dan Minyak Goreng Naik
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Indonesia–Malaysia Perkuat Kolaborasi, Fokus PMI Sektor Profesional
• 8 jam lalutvrinews.com
thumb
Imigrasi Soetta Cegah 13 WNI Hendak Berangkat Haji Pakai Visa Kerja
• 21 jam laludetik.com
thumb
Peringatan Dini Jabodetabek 23-24 April 2026, Bogor Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang
• 5 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.